Kisah Sri Kerja ke Timur Tengah: 17 Tahun Hilang Kontak, Kini Bertemu Keluarga

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Sri Titik Azizah (41 Tahun) menerima support dari beragam pihak. Foto: Dok. Diskominfo Jepara

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sri Titik Azizah (41), sempat lenyap kontak selama 17 tahun saat bekerja di Timur Tengah. Kini, dia kembali pulang ke pelukan keluarganya.

Titik berangkat ke luar negeri pada 2009 silam. Selama bekerja di negara tujuan pertamanya, dia mengaku kerap mengalami kekerasan verbal dari majikannya. Setiap ada pekerjaan nan tidak beres, dia langsung dimarahi.

"Kalau ada pekerjaan nan tidak beres sedikit saja, pasti langsung dimarahi," kata Titik dalam keterangannya, Rabu (10/6).

Tidak kuat menghadapi perlakuan majikannya, dia akhirnya memutuskan kabur. Dalam masa pelarian, dia berjumpa dengan sesama PMI nan kemudian membantunya mendapatkan pekerjaan baru di Yordania pada 2011.

Akan tetapi, harapannya mendapatkan perlakuan nan lebih baik saat bekerja di Yordania hingga 2025 tidak terwujud. Titik justru mengaku mengalami perlakuan nan lebih buruk. Ia apalagi beberapa kali dikurung di bilik saat mencoba melarikan diri.

"Saya tidak punya ponsel lantaran majikan tidak suka. Pernah punya ponsel, tetapi dihancurkan. Akhirnya ada kesempatan kabur dan saya langsung pergi ke KBRI Yordania," terangnya.

Adik Sri Titik Azizah, Chandra, mengatakan kakaknya berada di bawah perlindungan KBRI Yordania sejak 2025. Selama berada di sana, Titik mendapatkan pendampingan lantaran sempat mengalami gangguan ingatan.

Bahkan, Titik tidak bisa berkata Indonesia dengan baik. Menurut Chandra, saat itu Titik tidak mengingat nama personil family maupun alamat rumahnya. Ia hanya mengingat Jepara, Bangsri, dan Jawa Tengah.

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Sri Titik Azizah (41 Tahun) menerima support dari beragam pihak. Foto: Dok. Diskominfo Jepara

"Yang diingat hanya Jepara. Kemudian pihak di sana menyebut satu per satu nama desa di Jepara hingga akhirnya Mbak Titik ingat Desa Kepuk," ujarnya.

Setelah identitas desa Titik diketahui, pihak KBRI Yordania berupaya menelusuri info keluarga. Namun, pencarian awal belum membuahkan hasil. Titik akhirnya sukses menemukan keluarganya melalui media sosial TikTok setelah terhubung dengan anak dan menantunya.

Setelah memperoleh info tersebut, family segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kepuk. Selanjutnya, Pemerintah Desa Kepuk meneruskan laporan ke Pemerintah Kabupaten Jepara.

Pemerintah Kabupaten Jepara kemudian berkoordinasi dengan KBRI Yordania untuk memfasilitasi proses pemulangan. Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada 5 Juni 2026, Sri Titik Azizah akhirnya dapat kembali ke kampung halamannya dengan selamat.

Pasca-kepulangannya, sejumlah pihak turut memberikan support dan pendampingan. Di antaranya Camat Bangsri Debby Nifandrian, Ketua Baznas Kabupaten Jepara M. Nasrullah Huda, Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsospermasdes Jepara Iman Bagus Sesulih, serta perwakilan PMI Kabupaten Jepara.

Debby menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jepara, Witiarso Utomo, atas respons sigap dalam membantu proses perlindungan dan pemulangan PMI asal Jepara tersebut.

Ia berambisi kepulangan Sri Titik Azizah dapat membawa kebahagiaan bagi keluarga. Terlebih, pihak family telah lama menantikan kehadirannya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan