Prodi MM FEB UIN Jakarta Pacu Formulasi Kurikulum

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Prodi MM FEB UIN Jakarta Pacu Formulasi Kurikulum Ilustrasi(Dok FEB UIN Jakarta)

PROGRAM Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mematangkan Formulasi kurikulum menjelang operasional perdana prodi baru tersebut. Langkah itu dilakukan melalui workshop kurikulum program studi Magister Manajemen (MM), guna menyelaraskan aspek teoretis akademis, dengan kebutuhan praktis industri.

Rangkaian aktivitas tersebut berjalan selama tiga hari, nan terbagi dalam dua sesi, ialah 4-5 Juni 2026, serta pada 7 Juni 2026, di Gedung FEB UIN Jakarta. Guna membedah standardisasi mutu pengelolaan program pascasarjana, pihak universitas menghadirkan kombinasi master dari kalangan akademisi mapan, dan praktisi sektor riil, dan diikuti para pengajar Program Studi Magister Manajemen FEB UIN Jakarta.

Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, menyatakan penguatan kurikulum itu mendatangkan Dr. Yudi Nur Supriadi, selaku Kepala Program Studi MM Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, sebagai representasi benchmark akademis. Sementara dari sisi industri, FEB UIN Jakarta menghadirkan praktisi dari salah satu BUMN , Suldja Hartono.

"Ini bentuk kesungguhan Magister Manajemen FEB UIN Jakarta, dalam membangun tata kelola, sejak awal pembukaan prodi baru," ujar Prof Ibnu Qizam, dikutip dari siaran pers nan diterima, Rabu (10/6).

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia telah menerbitkan Keputusan Menteri, mengenai izin operasional program studi baru di lingkungan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 299/B/O/2026, pemerintah secara sah, memberikan izin pembukaan Program Studi Magister Manajemen (MM), pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Melalui sinergi akademisi-praktisi, kurikulum MM UIN Jakarta diharapkan bisa mencetak lulusan nan adaptif, terhadap dinamika korporasi dan industri nasional. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia