Kecelakaan KA Argo Bromo menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur menyisakan cerita dari para penumpang selamat. Salah satunya adalah Sausan (30), penumpang KRL tujuan Stasiun Tambun.
Yuli, kerabat korban, mengatakan saat kejadian Sausan sedang duduk dan tidak mengingat perincian tabrakan lantaran syok. Saat itu, Sausan sedang konsentrasi bermain ponsel. Tiba-tiba tumbukan keras terjadi. Sausan pun terlempar hingga tersangkut di rak bagasi.
"Posisi duduk di sebelah kiri ya. Dia juga nggak tahu, lagi main HP, jadi langsung bunyi 'brak' gitu. Dia kayak enggak sadar, ingat-ingat posisi udah ada di atas (rak bagasi) nan biasa kita naruh-naruh barang. Nah, dia udah di situ," kata Yuli di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Menurut Yuli, posisi Sausan di atas rak bagasi tersebut dalam keadaan terhimpit oleh penumpang lain nan juga ikut terpental.
"Di bawah dia ada, di atas dia juga ada. Jadi udah ketumpuk-tumpuk. Dia hanya ingat tangannya satu berasa, tapi nan satu udah enggak lantaran di sini patah. Terus di sini (paha kiri) sobek, celananya juga udah robek," jelasnya.
Tabrakan Sempat Dikira Hoaks
Keluarga awalnya tidak langsung percaya saat mendengar berita kecelakaan ini. Ibu korban sempat mengabaikan telepon dari nomor asing lantaran cemas bakal modus penipuan.
"Tahunya pas kejadian itu diteleponin terus lantaran ibunya merasa nomor asing nggak kenal, dia jadi 'ah nggak ah takut'. Terus ada WA tulisannya, 'Ibu anaknya kecelakaan'. Biasa kan suka ada WA-WA nan gitu ya, hoaks gitu nan minta uang," tutur Yuli.
Keluarga baru percaya setelah kakak laki-laki korban menerima kiriman foto Sausan nan sudah berada di peron stasiun. Melihat kondisi Sausan nan tergeletak, sang ibu sempat merasa sangat khawatir.
"Dikirimin fotonya terus, 'Ya Allah', dikirinya udah meninggal gitu. Karena posisi udah tiduran, udah digeletak di peron di bawah ya. Jadi udah ketolong duluan dia," ujar Yuli.
Saat ditemui sang kakak di lokasi, Sausan dalam kondisi lemas dan bertanya mengenai keadaannya sendiri serta peralatan bawaannya.
"Kakaknya kan nan ke sana duluan ya, kaget. Dia (Sausan) langsung bilang, 'Lemas Kak. Aku tetap hidup Kak? Tas saya Kak, handphone saya Kak?'" ucapnya menirukan Sausan.
Sausan mengalami patah tulang lengan kiri dan luka robek di paha kiri. Ia sudah menjalani operasi selama empat jam dan sekarang menjalani observasi di ruang rawat inap dalam kondisi stabil.
Kecelakaan antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek ini terjadi pada Senin malam pukul 20.52 WIB di Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini mengakibatkan 15 penumpang KRL meninggal bumi dan 88 orang luka-luka. Sementara itu, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·