Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Minggu, 17 Mei 2026 |05:30 WIB

Kisah Prajurit Bintara Nekat Todongkan Pistol ke Jenderal Kopassus
JAKARTA - Kolonel Inf. Agus Hernoto merupakan salah satu tokoh TNI yang sangat disegani. Bahkan, lantaran keberaniannya Presiden Soeharto menganugerahi lencana "Bintang Sakti" pada 1987. Sebuah penghargaan kepada mereka nan yang menunjukkan keberanian dan ketabahan tekad melampaui dan melampaui panggilan tanggungjawab dalam penyelenggaraan tugas operasi militer.
Penghargaan itu membikin Agus Hernoto menyamai jejak Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani namalain Benny Moerdani, tokoh militer Indonesia nan juga pernah meraih “Bintang Sakti” dari Presiden Soekarno.
Namun sebelumnya, ada peristiwa menegangkan antara keduanya. Saat itu, Agus Hernoto nan tetap berkedudukan Sersan Mayor (Serma) nekat menodongkan senjata ke wajah Benny Moerdani nan berkedudukan letnan.
Senjata nan digenggam Agus Hernoto tidak sampai meletuskan timah panas sehingga nyawa Benny Moerdani selamat.
Melansir "Kolonel Inf. Agus Hernoto: Legenda Pasukan Komando dari Kopassus Sampai Operasi Khusus” kejadian tersebut berasal ketika sebagian besar prajurit Kopassus kecewa dengan kepemimpinan Mayor Djaelani, Komandan RPKAD saat itu nan merencanakan penculikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Kolonel A.H Nasution.
Rencana penculikan terhadap orang nomor satu di Angkatan Darat itu dirancang oleh Panglima Tentara Teritorium I Kolonel Zulkifli Lubis. Kala itu, Lubis tidak puas dengan situasi nasional, rumor kemudian berkembang menjadi soal kesejahteraan prajurit TNI. Perhatian pemerintah terhadap tentara dinilai rendah.
Lubis selanjutnya membujuk sejumlah perwira Divisi Siliwangi, di antaranya, Komandan Resimen Infanteri ke-9 di Cirebon Letnan Kolonel Kemal Idris, dan Komandan Resimen Infanteri ke-11 Mayor Soewarto di Tasikmalaya. Termasuk Komandan RPKAD Mayor Djaelani.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·