Kisah Pesilat Asal Kudus, Safira Dwi Meilani, Rebut Medali Emas di Belgia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pesilat asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Safira Dwi Meilani meraih lencana emas di Belgia Open 2026. Foto: Dok. Safira Dwi Meilani

Pesilat asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Safira Dwi Meilani, meraih lencana emas di Belgium Open 2026 - International Championship. Torehan ini memperpanjang deretan raihan lencana emas di setiap arena pencak silat nan diikutinya.

Safira saat dikonfirmasi kumparan pada Senin (27/4), Safira menceritakan perjuangannya. Perempuan kelahiran Kudus, 18 Mei 2000 itu bertanding di Sporthal Vordensteyn, Belgia, pada 24 April sampai 26 April 2026.

Di arena ini, Safira bertanding di nomor tanding kelas B putri (50-55 kilogram). Atlet 26 tahun ini berkompetensi sebanyak dua kali, ialah di semifinal menghadapi pesilat Prancis, Maryem Berrahma; dan di partai final menghadapi pesilat Singapura, Nur Aniqah Qistina.

"Saya tanding dua kali di Belgia Open. Pada babak semifinal menghadapi Prancis, lampau final melawan Singapura. Alhamdulillah bisa meraih lencana emas," katanya saat dihubungi kumparan, Senin (27/4).

Pesilat asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Safira Dwi Meilani meraih lencana emas di Belgia Open 2026. Foto: Dok. Safira Dwi Meilani

Menghadapi Berrahma, Safira mengaku buta kekuatan lawannya itu. Terlebih keduanya belum pernah berhadapan. Di laga ini, Safira bermain tenang sembari mempelajari style bertanding lawannya hingga meraih kemenangan dan melaju ke babak final.

Pada partai puncak, Safira berjumpa dengan rivalnya. Ajang Belgia Open 2026 ini menjadi pertemuan ketiga antara Safira dengan pesilat Singapura, Nur Aniqah Qistina.

Pertemuan keduanya terjadi di Nusantara Championship 2025, Sea Games 2025 dan Belgia Open 2026. Di arena Belgia Open 2026 ini Safira meraih kemenangan absolut atas lawannya dengan skor 39-8.

"Karena sudah sering bertemu, jadi saya mengerti pola musuh saya. Strategi saya lebih ke teknik tendangan dan bantingan nan saya maksimalkan. Alhamdulillah bisa menang dan meraih lencana emas," sambungnya.

Pesilat asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Safira Dwi Meilani meraih lencana emas di Belgia Open 2026. Foto: Dok. Safira Dwi Meilani

Kendati meraih lencana emas, Safira menyebut ada tantangan tersendiri di arena ini, ialah kudu memahami izin baru pada pertandingan pencak silat. Salah satunya patokan nan tidak lagi memperbolehkan menarik lawan.

"Tantangannya kudu hati-hati jika bertanding lantaran saya kudu menyesuaikan patokan nan baru. Salah satunya, menarik musuh sekarang tidak diperbolehkan. Ke depannya kudu lebih banyak belajar izin terbaru di pertandingan pencak silat," terangnya.

Raihan lencana emas Safira di Belgia Open 2026 ini sekaligus menambah daftar panjang perolehan lencana emasnya. Safira sebelumnya pernah meraih lencana emas di World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Selain itu, Safira juga pernah meraih emas di Asian Pencak Silat Championships 2025 di Vietnam, 1st Nusantara Championship 2025 di Singapura, dan SEA Games Thailand 2025. Di luar silat, wanita asal Kabupaten Kudus itu tetap tercatat sebagai mahasiswa S2 semester 3 bidang pendidikan olahraga di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Selanjutnya, Safira sudah ditunggu Asian Pencak Silat Championship 2026 di Vietnam. Seperti sebelumnya, dia selalu menargetkan lencana emas.

"Harapan saya ke depan dapat terus konsisten meraih prestasi dan semakin sukses," ujarnya.

Reporter: Vega M. Ula

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan