
Legenda bulu tangkis Indonesia, Mia Audina. (Foto: PBSI)
MIA Audina Tjiptawan mencatatkan namanya dalam sejarah bulu tangkis bumi sebagai atlet berbakat luar biasa. Pemain kelahiran Jakarta ini sudah bisa mencuri perhatian publik olahraga internasional sejak usianya tetap sangat muda.
Label "Si Anak Ajaib" melekat padanya berkah performa impresif di panggung persaingan internasional. Pada usia 14 tahun, Mia sukses menjadi penentu kemenangan tim Indonesia saat meraih trofi Piala Uber 1994.
Kehebatannya bersambung saat mempersembahkan lencana perak untuk Indonesia pada Olimpiade Atlanta 1996 di usia 17 tahun. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu peraih lencana Olimpiade termuda dalam sejarah bagian olahraga bulu tangkis.
1. Mundurnya sang Bintang dari Pelatnas PBSI
Memasuki akhir era 1990-an, dinamika kehidupan pribadi Mia Audina mengarahkan kariernya ke persimpangan jalan. Keputusan besar diambil usai ibu tercinta nan menjadi penopang kariernya meninggal dunia.
Kesedihan mendalam atas kepergian sosok tercinta tersebut memengaruhi perjalanan kariernya di Tanah Air. Di saat bersamaan, Mia memutuskan untuk menikah dengan laki-laki berkebangsaan Belanda, Tylio Lobman, pada tahun 1999.
Mia Audina
Kombinasi antara masa duka dan niat untuk mendampingi sang suami membuatnya mengusulkan pengunduran diri dari Pelatnas PBSI. Langkah tersebut sekaligus menandai akhir dari pengabdian awalnya bagi bulu tangkis Indonesia.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·