Kisah Chef MBG yang Nyambi Jadi Ojol, Sehari Masak 3.800 Porsi Makanan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi dapur MBG. Foto: Shutterstock

"Saya masak dari jam 12 malam sampai jam 9 pagi, lampau lanjut narik sampai jam 8 malam, jam 9 malam tidur, jadi sehari hanya tidur paling empat jam," ujarnya kepada salah satu tim kumparanFOOD saat tengah menjadi penumpang As'ad, Selasa (28/4).

Muhamad As'ad adalah seorang ahli masak nan nyambi menjadi driver ojek online (ojol) usai bekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Cipete Utara. Saat tengah menjadi penumpangnya, saya sempat berbincang dengan As'ad mengenai pengalamannya selama menjadi chef di dapur MBG.

As'ad sendiri sudah sejak lama bekerja sebagai koki. Ia mengatakan bahwa telah bekerja sebagai chef di sebuah restoran di Bali selama sembilan tahun. Kemudian, lantaran kudu mengurus orang tua di Jakarta, dia pun kembali ke kampung halamannya.

"Karena enggak bisa jauh dari orang tua makanya saya pulang ke Jakarta. Di Jakarta saya kerja di Gohan-Ku selama satu separuh tahun, kemudian saya usil daftar jadi chef MBG, eh rupanya keterima, mungkin lantaran memandang pengalaman saya juga," kisahnya kepada kumparan.

Saat ditanya tentang pendidikan masaknya, As'ad menuturkan bahwa awalnya dia hanya belajar otodidak mengenai pisau dari membaca sebuah kitab tebal. Kemudian, saat bekerja di Bali dia baru mendapat sertifikasi sebagai seorang chef.

"Jadi jika jadi chef MBG itu enggak bisa sembarangan orang, kudu nan bersertifikat chef-nya. Kalau saya otodidak, awalnya belajar tentang pisau, saya beli buku. Sebenarnya saya kuliahnya IT, tapi suka masak. Terus pas di Bali saya dapat sertifikat chef," lanjut As'ad.

Muhamad As'ad, chef MBG SPPG Cipete Utara nan nyambi menjadi pengemudi ojek online. Foto: Dok. kumparan

Laki-laki nan mengendarai motor Honda PCX ini kemudian mengatakan bahwa dia juga tidak menyangka bisa diterima menjadi ahli masak di dapur MBG. Ia pun saat ini bekerja di Dapur SPPG Cipete Utara. Ia bekerja berbareng tujuh chef lainnya. Setiap harinya dia juga kudu membikin daftar menu makanan nan sesuai dengan rekomendasi mahir gizi.

"Ada delapan chef di dapur saya, sehari bisa masak untuk 3.800 porsi untuk 14 sekolah. Menunya juga tukar setiap hari, kudu acc mahir gizi. Setiap dapur ada mahir gizinya nan memantau," tuturnya.

As'ad mengatakan dia kudu memikirkan menu makanan komplit mulai dari protein hewani, nabati, sayuran, buah-buahan, hingga susu untuk pemenuhan kalsium anak-anak.

Ia menjelaskan lebih lanjut, proses memasak MBG biasanya bahan makanan mulai diantarkan oleh supplier jam 10 malam. Ia berbareng kawan chef lainnya biasa mulai mengolah bahan mulai jam 12 malam.

"Kalau bahan daging alias protein lain biasanya kita minta didatangkan terakhir, jam 11 malam, agar lebih fresh, enggak aroma dan enggak biru," tambahnya.

Kendati demikian, bahan protein menjadi nan pertama diolah lantaran biasanya lebih awet, menurut As'ad. Ia mencontohkan misalnya ayam goreng, menurutnya bisa awet sehari alias dua hari. Namun berbeda dengan sayuran nan justru menurutnya kudu diolah terakhir lantaran tidak tahan lama alias mudah basi.

Muhamad As'ad, chef MBG SPPG Cipete Utara nan nyambi menjadi pengemudi ojek online. Foto: Dok. kumparan

"Kebanyakan nan masak itu enggak bisa prediksi waktunya, mereka hanya bisa masak saja, tapi bukan chef bersertifikat sehingga enggak pakai ilmunya. Misalnya kayak sayur taoge itu enggak bisa lama-lama. Kalau di dapur saya biasanya sayuran dimasak terakhir, sekitar jam separuh 4 (pagi). Terus air, itu juga kudu diperhatikan. Kalau bak lenyap dicuci juga enggak bisa langsung dipakai, lantaran air mentah itu bisa sebabkan keracunan," katanya.

Barulah biasanya setiap makanan nan sudah siap di pagi hari didistribusikan ke sekolah-sekolah. Ia juga mengaku bahwa sekolah-sekolah di Cipete umumnya berstandar baik sehingga sangat memperhatikan asupan harian murid-muridnya.

Meski kudu bekerja setiap hari dari tengah malam menjadi chef, kemudian nyambi menjadi driver ojol, apalagi hanya berisitirahat empat jam sehari, As'ad mengaku tetap semangat. Dia pun juga memperhatikan kesehatannya agar tidak mudah terserang sakit.

"Pokoknya agar enggak sakit saya tiap hari minum vitamin, hanya satu vitamin saya, biar kuat terus," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan