
Kisah Bayi Prematur nan Selamat di Tengah Gempa NTT (Foto: Kemenkes)
JAKARTA — Seorang bayi prematur dengan berat 1.500 gram sukses diselamatkan melalui operasi sesar darurat di tengah situasi darurat akibat gempa bumi nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses persalinan dilakukan dengan keterbatasan akomodasi setelah akses menuju rumah sakit rujukan terputus akibat kerusakan jalan dan jembatan.
Kisah tersebut menjadi salah satu gambaran penanganan medis nan dilakukan tenaga kesehatan di tengah kondisi pascagempa NTT pada 15 Agustus 2026. Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin pun meninjau langsung pelayanan kesehatan di Kabupaten Nagekeo pada Selasa (18/8) untuk memastikan penanganan korban tetap melangkah meski sejumlah akomodasi kesehatan mengalami kerusakan.
Berdasarkan Laporan Situasi (Situation Report) Kementerian Kesehatan, gempa tersebut mengakibatkan 70 orang meninggal bumi dan 43.391 penduduk mengungsi di seluruh wilayah NTT. Khusus di Kabupaten Nagekeo, sebanyak 170.669 jiwa terdampak, dengan rincian delapan orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 29 orang luka ringan.
Bencana tersebut juga mengganggu operasional dua rumah sakit utama, ialah RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, serta merusak gedung tiga puskesmas.
Menghadapi kondisi darurat akomodasi kesehatan, Menkes menetapkan tiga prioritas utama. Prioritas pertama adalah mempercepat identifikasi dan pelayanan medis melalui sistem triase dalam tiga hingga lima hari ke depan.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·