Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara yang Ikut Campur

Sedang Trending 18 menit yang lalu
Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara nan Ikut Campur Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(IRNA)

PEMERINTAH Iran memperingatkan negara-negara di bumi agar tidak ikut dalam kampanye perang ekonomi nan dilancarkan Amerika Serikat terhadap negaranya. Teheran menyampaikan negara mana pun nan turut menerapkan pembatasan ekonomi terhadap Iran bakal dianggap sebagai musuh.

Peringatan tersebut disampaikan ketika Washington mendorong negara-negara sekutunya untuk berasosiasi dalam strategi baru Presiden AS Donald Trump guna mengisolasi perekonomian Iran. Pada saat nan sama, operasi militer AS terhadap Iran disebut terus berjalan dan mendekati bulan keenam. Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, menyampaikan peringatan tersebut dalam siaran televisi pemerintah Iran.

"Kami menyatakan kepada semua negara. Jangan berasosiasi dalam perang ekonomi nan dikobarkan oleh Amerika Serikat," kata Rezai dilansir AFP, Minggu (23/8). "Negara mana pun nan berperan-serta dalam penerapan pembatasan ekonomi terhadap kami bakal dianggap sebagai musuh," tambahnya.

Rezai juga memperingatkan negara-negara nan memilih tetap mengikuti kebijakan Washington. Menurut dia, andaikan negara-negara tersebut tidak bersedia menjauhkan diri dari Amerika Serikat, Iran bakal mengambil langkah nan dapat merugikan kepentingan mereka.

Rezai menegaskan bahwa Iran tetap mempunyai sejumlah pilihan dalam menghadapi Amerika Serikat. Ia apalagi mengeklaim Teheran sejauh ini belum menyerang kepentingan ekonomi AS.

"Sejauh ini, kami hanya menargetkan pangkalan militer, tapi jika mereka mau menjatuhkan hukuman ekonomi kepada kami, Amerika Serikat mempunyai perusahaan minyak dan ekonomi di sekitar Iran maupun di tempat lain, dan kami bakal menyerang perusahaan-perusahaan tersebut," kata Rezai.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran membuka kemungkinan memperluas sasaran andaikan Washington meningkatkan tekanan ekonomi melalui sanksi.

Rezai juga menyampaikan peringatan langsung kepada Trump mengenai akibat andaikan AS mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Iran. "Jika Trump mengambil tindakan, konfrontasi kami bakal ibaratkan gempa bumi," kata Rezai.

AS Dorong Isolasi Ekonomi Iran

Sebelumnya, Washington meminta pemerintah sejumlah negara untuk ikut dalam upaya mengisolasi perekonomian Iran. Tiongkok menjadi salah satu negara nan menjadi perhatian utama AS lantaran Beijing merupakan salah satu mitra strategis dan perdagangan krusial bagi Teheran.

Namun, Tiongkok menolak inisiatif tersebut. Beijing mengkritik kebijakan Washington dengan menilai hukuman ekonomi AS tidak bakal menyelesaikan bentrok nan berjalan di Timur Tengah. Di tengah tekanan tersebut, salah satu mitra jual beli utama Iran, Emirat Arab, mengambil langkah berbeda.

Pada Selasa (18/8), UEA mengumumkan penangguhan seluruh transaksi perdagangan dan finansial dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah tersebut berpotensi semakin menekan perekonomian Iran, sementara Teheran sekarang berupaya menghadapi kombinasi tekanan militer dan ekonomi dari Washington.

Peringatan Rezai menunjukkan bahwa Iran tidak hanya memandang hukuman AS sebagai ancaman ekonomi, tetapi juga memperingatkan negara lain bahwa keterlibatan mereka dalam kampanye tersebut dapat membikin mereka masuk dalam daftar pihak nan dianggap sebagai musuh oleh Teheran. (AFP/Fer/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia