Kisah Anak di Depok Gendong Adik Temani Ibu Ngamen Buat Biaya Sekolah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pengamen cilik saat ditemui di rumahnya di Depok, Jawa Barat. Foto: Dok. kumparan

Video seorang gadis mini sembari menggendong adiknya belakangan ini viral di media sosial. Mereka tampak ceria ditemani ibu mereka menyanyi mengamen di salah satu rumah makan di Depok, Jawa Barat.

Dalam video itu, tampak gadis mini tersebut berbareng adiknya nan mengenakan jilbab mencoba menghibur visitor rumah makan. Padahal saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB.

kumparan kemudian menelusuri sosok gadis mini nan tampak tak mengenal capek itu.

Gadis mini tersebut berjulukan Novi (12). Saat ini dia duduk di bangku kelas 5 SD. Sementara adiknya nan digendong saat mengamen berjulukan Arfina Agustin (2).

Novi sudah menemani ayahnya, Ardiansyah (30), mengamen sejak berumur 4 tahun. Uang hasil mengamen itu digunakan untuk keperluan sekolahnya.

"Kalau jalannya pakai ikhlas, nggak bakal capek. Happy? Bisa bantuin Mama ngamen, terus bisa sekolah juga," kata Novi di rumah mereka nan sederhana di Citayam, Depok, Minggu (21/6).

Pengamen cilik saat ditemui di rumahnya di Depok, Jawa Barat. Foto: Dok. kumparan

Novi tak mempunyai cita-cita besar. Ia hanya mau memandang ibunya, Siti Uswattun Khasanah (26), dan ayahnya bahagia.

“Cita-citaku hanya pengen bahagiain ibu sama ayah doang," ucapnya.

Setiap hari, Novi menemani ayah alias ibunya mengamen. Mereka memulai perjalanan selepas dia pulang sekolah hingga malam hari. Uang hasil mengamen itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga.

Ayah Sakit

Menurut sang ibu, Siti, dia terpaksa mengambil alih sementara peran suaminya untuk mencari tambahan rezeki.

Sebab, suaminya sedang sakit dalam beberapa hari terakhir. Selama ini, suaminya bekerja sebagai kurir di salah satu perusahaan jasa ekspedisi.

"Udah masuk dua hari, drop. Sampai sekarang," katanya.

Ardiansyah menyebut penyakit nan dialaminya mengarah pada indikasi tifus alias masam lambung. Ia hanya mengonsumsi obat warung dan susu lantaran keterbatasan biaya.

“Kemaren malem tinggi lagi. Niatnya ini pengen ke puskes. Mau saya cek darah,” katanya.

Rumah Sederhana

Di rumah sederhana itu juga tinggal personil family lainnya. Total ada enam orang personil family nan tinggal berbareng di sana. Mereka hidup dalam keterbatasan ruang.

Meski begitu, Novi tetap tampak tersenyum lebar saat menceritakan kesehariannya mengamen.

Di ujung percakapan, Novi berambisi bisa terus membahagiakan kedua orang tuanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan