
Tunggal putri asal Korea Selatan, An Se Young. (Foto: PBSI)
PEBULU tangkis asal Korea Selatan, An Se Young, kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penguasa sektor tunggal putri dunia. Setelah sempat dibuat frustrasi oleh Chen Yu Fei (China) di babak semifinal, pebulu tangkis elok berumur 24 tahun ini menepati janjinya untuk tampil beda dan menggila di babak final Indonesia Open 2026, Minggu 7 Juni 2026 lalu.
Bermain di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, sang juara memperkuat sukses meredam perlawanan rival abadinya dari Jepang, Akane Yamaguchi, dua gim langsung dengan skor akhir 23-21 dan 21-12 hanya dalam waktu 39 menit.
1. Bangkit dari Rasa Frustrasi
Sebelum laga final, An Se Young sempat terlihat jengkel dan kecewa dengan performanya sendiri di semifinal. Namun, dia sukses melupakan beban tersebut demi konsentrasi menghadapi Yamaguchi, sosok nan nyaris saja menjegal langkahnya di final Singapore Open seminggu sebelumnya.
Gim pertama melangkah sangat ketat lantaran Yamaguchi mencoba membongkar pertahanan An dengan sabar. Namun, setelah sukses mengamankan poin kritis di gim pertama, An Se Young langsung tancap gas dan tak terbendung pada gim kedua. Kecepatan dan ketenangan sang juara Olimpiade membikin Yamaguchi tidak berkutik.
An Se Young di Indonesia Open Okezone
An Se Young sendiri mengaku rahasia kemenangannya adalah keahlian melupakan hari kemarin dan konsentrasi mendulang poin demi poin tanpa memikirkan papan skor.
“Saya kudu melupakan permainan kemarin. Hari ini adalah hari nan baru dan saya kudu konsentrasi pada pertandingan hari ini,” ungkap An Se Young, dilansir dari laman resmi BWF, Rabu (10/6/2026).
2. Gelar Kelima Sepanjang Tahun 2026
Kemenangan manis di Istora Senayan ini menorehkan catatan dahsyat bagi pekerjaan An Se Young. Gelar Indonesia Open 2026 menjadi trofi BWF World Tour Super 1000 miliknya nan kesembilan, sekaligus menjadi gelar juara kelima nan sukses dia kantongi sepanjang tahun 2026 ini.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·