Jakarta, CNBC Indonesia - Republik Demokratik Rakyat Korea alias Korea Utara melakukan uji coba rudal jelajah strategis dan rudal anti-kapal dari kapal perusak Choe Hyon pada hari Minggu. Uji coba ini dilakukan untuk menguji efisiensi operasional kapal perang tersebut serta memverifikasi keahlian sistem persenjataan terpadunya.
Media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan pada Selasa (14/4/2026) bahwa pemimpin tertinggi Kim Jong Un mengawasi langsung jalannya uji coba tersebut. Kim didampingi oleh sejumlah pejabat pertahanan senior dan komandan angkatan laut selama aktivitas berlangsung.
Dalam laporan tersebut, dua rudal jelajah strategis dan tiga rudal anti-kapal ditembakkan untuk memeriksa sistem komando senjata terpadu pada kapal perusak tersebut. Latihan ini juga dirancang untuk melatih awak kapal dalam prosedur peluncuran rudal serta memverifikasi kecermatan dan performa anti-jamming dari sistem navigasi nan telah ditingkatkan.
KCNA memerinci bahwa rudal jelajah terbang selama kurang lebih 7.869 hingga 7.920 detik, sementara rudal anti-kapal mengudara sekitar 1.960 hingga 1.973 detik. Seluruh rudal nan ditembakkan di perairan lepas pantai barat tersebut diklaim mengenai sasaran dengan kecermatan ultra-presisi.
Pada momen nan sama, Kim Jong Un menerima laporan mengenai rencana sistem persenjataan untuk dua kapal perusak tambahan nan sedang dibangun. Laporan ini menjadi indikasi kuat adanya persiapan untuk kapal ketiga dan keempat dari kelas Choe Hyon milik Korut.
Kim Jong Un menyatakan bahwa memperkuat penangkal perang nuklir negara tetap menjadi prioritas utama. Ia juga menginstruksikan peningkatan kapabilitas serangan strategis dan taktis serta kesiapan respons sigap angkatan bersenjata.
Korut tercatat pertama kali menguji coba senjata pada kapal perusak kelas Choe Hyon berbobot 5.000 ton ini pada April 2025. Sebelumnya, Kim telah mengumumkan rencana pembangunan dua kapal perusak tambahan pada 2026 dan menargetkan komisi dua kapal serupa alias nan lebih canggih setiap tahunnya.
Profesor dari Universitas Kyungnam, Lim Eul-chul, memberikan pandangannya terhadap perkembangan armada laut Korut tersebut. Ia mencatat bahwa penyebutan kapal keempat merupakan konfirmasi resmi pertama mengenai pembangunan kapal tersebut.
"Penyebutan kapal perusak ketiga dan keempat menunjukkan bahwa Korut sedang mempercepat pembentukan armada kapal perusak daripada hanya menempatkan platform nan terisolasi. Produksi lanjutan nan lebih sigap biasanya mengikuti setelah pengetesan awal dianggap berhasil," kata Lim.
Lim menambahkan bahwa percepatan pengembangan senjata ini merupakan langkah taktis Korut dalam memandang situasi dunia. Ia menilai Pyongyang sedang memanfaatkan celah dari beragam krisis internasional nan sedang terjadi.
"Pengembangan senjata tampaknya semakin sigap di beragam lini lantaran Korut berupaya mengeksploitasi gangguan strategis global, termasuk bentrok di Timur Tengah, untuk terus maju dengan kemajuan nan tidak dapat diubah dalam keahlian nuklir dan pengiriman senjata," ujar Lim.
Hingga saat ini, Kedutaan Besar Korut di Beijing belum memberikan tanggapan resmi mengenai permintaan komentar mengenai rangkaian uji coba rudal terbaru tersebut.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·