Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |17:59 WIB

Foto: Ilustrasi/ist
JAKARTA - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bakal digelar di PP Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Namun sejumlah PWNU dan PCNU belum menerima undangan resmi.
Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Dimyati Muhammad namalain Lora Dim mengatakan, padahal waktu penyelenggaraan Muktamar NU tinggal menghitung hari.
“Kami cemas undangannya mepet. Kalau dikirim H-7, tiket pesawat dan kereta pasti sudah mahal, apalagi habis. Terutama PWNU-PCNU luar Jawa, apalagi banyak nan dari wilayah kepulauan. Padahal, diantara mereka berangkat rombongan,” ujar Kiai Dimyati, Jumat (14/8/2026).
Sekretaris PCNU Bangkalan, Madura mengaku mendapat banyak kejuaraan dari fungsionaris PCNU luar Jawa mengenai belum adanya undangan resmi muktamar. Bahkan diantara mereka juga mengkhwatirkan penyelenggaraan muktamar, mundur dari agenda semula.
“Tidak ada undangan hingga saat ini membikin mereka menduga-duga. Pastinya, kesulitan mengurus manajemen internal untuk berangkat, SK delegasi, hingga koordinasi teknis keberangkatan,” ungkapnya.
“Mereka juga mengeluh, semua belum pasti, justru sudah ditekan untuk menyerahkan daftar Ahlul Halli wal Aqdi alias AHWA. Padahal belum ada surat permohonan resmi dari panitia, sistem dan penjelasan lengkapnya,” lanjutnya.
Dikatakannya, AHWA adalah pemegang kewenangan bunyi tertinggi di Muktamar. Karena itu, penentuan nama AHWA sangat strategis dan rawan dipolitisasi.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·