Khutbah Jumat: Tetap Membaca Al-Quramp;rsquo;an di Tengah Kesibukan Hidup

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

KESIBUKAN bukanlah argumen untuk menjauh dari Al-Qur’an. Justru ketika hidup penuh dengan tantangan dan tekanan, saat itulah kita semakin memerlukan kedekatan dengan firman Allah Swt. Sebab hati nan dekat dengan Al-Qur’an bakal lebih tenang, lebih kuat, dan lebih mudah menemukan arah dalam kehidupan.  

Berikut khutbah Jumat berjudul: "Tetap Membaca Al-Qur’an di Tengah Kesibukan Hidup”, sebagaimana dilansir NU Online.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلهِ. الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ الْقُرْأَنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَجَعَلَهُ نُوْرًا لِلْقُلُوْبِ، وَشِفَاءً لِلصُّدُوْرِ، وَرَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاةَ يَوْمَ الدِّيْنِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَيْرُ مَنْ تَلَا الْقُرْأَنَ وَعَمِلَ بِهِ وَعَلَّمَهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ

Jamaah shalat Jumat nan dimuliakan Allah swt,  

Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing: kapan terakhir kali kita betul-betul duduk berbareng Al-Qur’an? Kapan terakhir kali kita membaca firman Allah dengan khusyu’? Dan kapan terakhir kali kita mengkhatamkan Al-Qur’an?   

Pertanyaan ini krusial kita renungkan. Sebab hari ini kita hidup di era nan bergerak sangat cepat. Hari-hari terasa berlalu begitu singkat. Pagi datang, kita sudah sibuk dengan pekerjaan.   

Ada nan berangkat ke kantor, ada nan membuka toko, ada nan pergi ke pasar, ada nan mencari nafkah di jalanan. Sejak mentari terbit hingga sore apalagi malam hari, tenaga dan pikiran kita habiskan untuk memenuhi tanggung jawab kehidupan.  

Tanpa terasa, hari berganti hari. Pekan berganti pekan. Kita sibuk mengejar kebutuhan dunia, sampai terkadang lupa memberi waktu kepada hati kita untuk mendapatkan makanan.

Padahal, sebagaimana tubuh memerlukan makanan, hati juga memerlukan asupan. Dan makanan terbaik bagi hati orang beragama adalah Al-Qur’an. Tidak kudu selalu dalam jumlah nan banyak. Tidak kudu menunggu waktu senggang nan sempurna. Karena sering kali waktu senggang itu tidak pernah betul-betul datang. Cukuplah satu lembar setiap hari, beberapa ayat setiap pagi, alias beberapa menit sebelum tidur.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com