SALAH satu angan besar setiap muslim nan menunaikan ibadah haji adalah meraih predikat haji mabrur. Karena dengan predikat tersebut, dia bakal mendapatkan agunan surga dari Allah swt. Haji mabrur dapat tercermin dalam kehidupan setiap orang setelah pulang dari menunaikan ibadah haji, ialah hidupnya berubah menjadi lebih baik, baik dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.
Berikut naskah Jumat berjudul "Tanda-tanda Haji Mabrur dalam Kehidupan Sosial dan Keagamaan”, sebagaimana dilansir dari NU Online.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَظْهَرَ لَنَا ثَمَرَ الرَّوْضِ مِنْ كِمَامِهِ، وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ مَلَابِسَ إِنْعَامِهِ، وَبَصَّرَنَا مِنْ شَرْعِهِ بِحَلَالِهِ وَحَرَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُوْ الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُؤَيَّدُ بِمُعْجِزَاتِهِ الْعِظَامِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْغُرِّ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat nan dirahmati Allah
Puji syukur al-hamdulillahi rabbil ‘alamin, atas segala nikmat dan karunia nan telah Allah berikan kepada kita semua, khususnya nikmat ketaatan dan kesehatan sehingga kita semua bisa menunaikan ibadah shalat Jumat ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita semua, Nabi Agung Muhammad saw, beserta para sahabat, keluarga, dan para pengikutnya.
Selanjutnya, sebagaimana Rasulullah senantiasa mengawali khutbahnya dengan wasiat takwa, izinkan kami selaku khatib pada kesempatan ini untuk membujuk diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa berupaya meningkatkan keagamaan dan ketakwaan kepada Allah swt. Mari gunakan sisa umur kita ini untuk terus berupaya memperbanyak bekal pahala menuju akhirat, dengan senantiasa mengerjakan amal dan menjauhi keburukan.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat nan dirahmati Allah
Saat ini, kita semua dan seluruh umat Islam di seluruh bumi baru saja menyaksikan berakhirnya rangkaian ibadah haji tahun ini. Jutaan jamaah haji telah menyelesaikan wukuf di Arafah, menginap di Muzdalifah dan Mina, melempar jumrah, melakukan tawaf, sai, serta beragam manasik lainnya. Bahkan, sebagian dari mereka juga telah kembali ke kampung laman masing-masing.
Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam nan diwajibkan sekali dalam seumur hidup bagi semua kaum muslim nan mampu, baik secara fisik, finansial, maupun keamanan dalam perjalanan pulang dan pergi. Berkaitan dengan perihal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
وَلِلَّه عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Artinya, “(Di antara) tanggungjawab manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang nan bisa mengadakan perjalanan ke sana. Siapa nan mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.” (QS. Ali ‘Imran: 97).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·