Ketua Komisi VIII Soroti Kesiapan Armuzna dan Mekanisme Dam Jelang Puncak Haji

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang. Foto: Dok. Timwas Haji DPR 2026

Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus personil Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Marwan Dasopang bertolak ke Arab Saudi pada Kamis (21/5) untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Marwan mengatakan, pihaknya mau penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Terutama lantaran Kementerian Haji Arab Saudi sekarang sepenuhnya menangani penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

“Dari sisi perjalanan jemaah di periode ini, catatan kita tetap dalam keadaan on the track, tetap sesuai dengan perencanaan,” ujar Marwan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Timwas Soroti Layanan dan Risiko di Armuzna

Politikus PKB itu mengatakan, Timwas Haji DPR telah mencatat sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan haji 2026. Namun, menurut dia, temuan tersebut belum berakibat signifikan terhadap jemaah.

“Ada beberapa jasa nan dianggap mungkin menyimpang. Misalnya pemakaian tarif untuk bangku roda bagi jemaah nan memerlukan bangku roda. Tapi pada umumnya layanannya tetap sesuai dengan perencanaan,” kata Marwan.

Ia menjelaskan, fase paling krusial dalam ibadah haji berada di Armuzna, ialah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Karena itu, Timwas Haji DPR mau membahas langkah antisipasi berbareng pemerintah sebelum puncak haji dimulai.

“Biasanya hal-hal nan tidak terduga bisa muncul ketika jemputan bus ke hotel maupun dari hotel menuju Arafah. Demikian seterusnya, Arafah ke Muzdalifah itu sering banyak perihal nan tidak terduga. Kami mau membujuk pemerintah sebelum tanggal 24 alias 25 membicarakan apa saja langkah-langkah kedaruratan nan perlu disiapkan,” ujar dia.

“Sehingga jemaah kita kelak tidak terlalu lama menunggu, kita sudah ada alternatif. Misalnya jika busnya tidak ada gimana kita cari bus. Kalau kembali terjadi kemacetan sehingga bus tidak bisa jalan dari Muzdalifah menuju Mina,” sambungnya.

Waspadai Kelelahan Jemaah

Meninjau letak puncak Haji di Armuzna. Foto: Dok. MCH 2026

Marwan juga menyoroti kesiapan petugas haji. Menurut dia, pada fase Armuzna sering ditemukan jemaah kesasar hingga mengalami kelelahan berat.

“Catatan kita selama perjalanan ibadah haji di puncak Armuzna, khususnya pada tanggal 26, 27, dan 28, puncak kelelahan terjadi ketika jemaah melangkah dari tenda Mina menuju Jamarat lampau kembali lagi,” kata Marwan.

Ia menyebut, fase tersebut juga kerap menjadi periode dengan nomor kematian jemaah tertinggi selama penyelenggaraan haji.

Terkait Dam

Selain itu, Marwan turut menyoroti persoalan dam bagi jemaah Indonesia. Menurut dia, penyembelihan dam di Arab Saudi sekarang tidak mudah lantaran pemerintah Saudi hanya memperbolehkan melalui lembaga resmi.

“Mereka sama sekali tidak memperbolehkan dan kita bayar lewat satu lembaga namanya Adahi. Harganya memang agak mahal, itu nan menjadi pertimbangan,” ucap Marwan.

Menurut dia, penyembelihan dam di Indonesia dinilai lebih murah dan mempunyai faedah ekonomi nan lebih besar bagi masyarakat.

“Di bawah tarif standar nilai di Saudi itu disembelih di tanah air, manfaatnya cukup besar. Sehingga antara kemudaratan, kemanfaatan, kemudian beban jemaah itu akhirnya tarik menarik,” kata dia.

Marwan menilai persoalan dam perlu dicarikan solusi nan dapat mengakomodasi aspek norma fikih sekaligus kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia.

“Tapi gimana caranya agar bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia di tanah air. Nah itu nan bakal kita diskusikan kelak antara perpaduan kedaruratan, kemanfaatan maupun kemudahan bagi jemaah,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan