Ketika Sukarno Jadi Perawan Cantik Jong Java

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - **Tepat 125 tahun kelahiran Soekarno, 6 Juni 2026, rangkaian tulisan ini membujuk pembaca meninjau kembali perjalanan hidup proklamator Bung Karno nan terus mewarnai dinamika Indonesia.

Banyak orang mengenal Sukarno sebagai pemimpin besar nan piawai membakar semangat rakyat lewat pidato-pidatonya. Namun jauh sebelum berdiri di mimbar sebagai pemimpin bangsa, Putra Sang Fajar itu pernah menjalani peran nan mungkin tak banyak diketahui orang.

Surabaya menjadi salah satu kota nan meninggalkan jejak krusial dalam perjalanan hidup Sukarno. Di sana, dia mengenyam pendidikan di Hoogere Burger School (HBS) sekaligus mulai berkenalan dengan beragam pendapat nan memengaruhi masa depannya.

Pada usia 16 tahun, Sukarno mulai menapaki jalan perjuangannya. Ia mendirikan Tri Koro Dharmo alias "Tiga Tujuan Suci", sebuah organisasi pelajar nan menjadi wadah untuk memperjuangkan cita-cita kemerdekaan politik, ekonomi, dan sosial.

Setelah itu, Sukarno dan rekan-rekannya mengembangkan organisasi Jong Java dengan cakupan nan lebih luas. Semangat kebangsaan menjadi landasan utama dalam pergaulan dan aktivitas mereka. Tak hanya berbincang soal politik, para personil juga berupaya merawat kebudayaan Nusantara

"Jong Java, sebagai langkah kedua, mempunyai dasar nan lebih luas. Begitu pun pergaulan sosial kami berdasarkan kebangsaan. Kami membaktikan diri untuk memperkembangkan kebudayaan asli, seperti mengajarkan tari Jawa alias mengajar bermain gamelan," kata Sukarno dalam autobiografinya nan disusun oleh Cindy Adams 'Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat'.

Aktivitas Jong Java tidak berakhir pada obrolan dan pengembangan kebudayaan. Organisasi tersebut juga aktif melakukan beragam aktivitas sosial. Bersama rekan-rekannya, Sukarno kerap mendatangi kampung-kampung untuk menggalang support bagi sekolah maupun membantu masyarakat nan menjadi korban musibah alam.

"Kami mengadakan pagelaran di tempat-tempat nan memerlukan pertolongan dan menutupi biaya-biaya itu dari hasil penjualan tiket masuk," kata Sukarno.

Ada pengalaman unik nan pernah dialami Sukarno muda saat aktif di Jong Java. Dengan nada bercanda, dia mengaku mempunyai wajah nan begitu lembut hingga sering dianggap menyerupai seorang gadis.

"Harus kuakui sekarang bahwa tampangku di masa muda sangat tampan sehingga terlihat seperti anak gadis. Karena hanya sedikit wanita terpelajar pada waktu itu, tidak banyak anak gadis nan menjadi personil kami," cerita Sukarno.

Kondisi itu membuatnya beberapa kali mendapat peran sebagai tokoh wanita dalam pementasan nan diadakan organisasi tersebut.

"Dan potonganku lebih banyak menyerupai seorang perawan elok sehingga kalau Jong Java mengadakan pertunjukan, mana kalau diserahi memainkan peran wanita nan naif itu. Aku betul-betul membedaki pipi dan memerahkan bibirku," kata Sukarno.

Keseriusan Sukarno dalam memerankan tokoh wanita apalagi terlihat dari langkah dia menyiapkan penampilannya.

"Akan kuceritakan sesuatu kepadamu. Aku tidak tahu gimana pendapat orang asing tentang seorang presiden nan mau menceritakan perihal nan demikian itu. Tetapi sungguh pun demikian, saya bakal menceritakannya juga. Alu membeli dua pangkas roti maanis, roti bulat seperti roti gulung, dan kuisikan ke dalam bajuku. Ditambah dengan corak badanku nan langsing, setiap orang mengatakan bahwa saya terlihat sangat cantik. Untunglah dalam peranku ini tidak termasuk segmen mencium laki-laki," cerita sukarno.

"Selesai pagelaran kupikir, tentu saya tak dapat menghamburkan uangku begitu saja lantaran itu kukeluarkan roti itu dari dalam baju dan kumakan," kata dia.

Sambil memandangku diatas panggungpara penontonpun memberikan komentaraja, bahwa saya memperlihatkan talenta jang besar untuk tampil dimoka umum.

Tepuk tangan dan komentar penonton menjadi bagian dari kenangan Sukarno muda. Ia mengingat gimana banyak orang nan menyaksikannya di atas panggung memandang talenta terpendam dalam dirinya, keahlian untuk tampil percaya diri di hadapan khalayak.

"Sambil memandangku di atas panggung para penonton pun memberikan komentarnya, bahwa saya memperlihatkan talenta nan besar untuk tampil di muka umum," kata Sukarno.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita