Pengguna Wuling Eksion tidak perlu repot memilih apakah mobil kudu melangkah dalam mode hybrid seri alias paralel. Pada SUV plug-in hybrid (PHEV) tersebut, seluruh proses perpindahan mode dilakukan secara otomatis oleh sistem berasas kondisi berkendara.
Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko mengatakan, sistem bakal membaca beragam parameter, mulai dari kecepatan hingga beban kendaraan, sebelum menentukan konfigurasi penggerak nan paling efisien.
"Sebenarnya tidak perlu memilih secara manual mau pilih model dari mana," kata Danang saat memberikan pemaparan, di Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, perpindahan antara mode seri dan paralel berjalan secara real time mengikuti kondisi jalan dan style berkendara pengemudi.
"Antara seri dan paralel itu kelak bakal otomatis mengikuti kondisi berkendaraan,mengikuti gimana berubah kerja secara real time. Nanti ketika kita menginjak kecepatan berapa,dia otomatis berubah ke seri,dia otomatis berubah ke paralel, sesuai sama beberapa parameter nan kelak dihitung secara otomatis. Kecuali untuk EV mode," lanjut Danang.
Di kembali performanya, Eksion dibekali mesin 1.5L dedicated hybrid engine nan dipadukan dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) serta baterai 20,5 kWh. Dari racikan tersebut, mobil ini bisa melaju hingga 125 kilometer dalam mode listrik murni dan menembus lebih dari 1.000 km untuk total jarak tempuh berasas pengetesan CLTC.
Meski perpindahan mode hybrid berjalan otomatis, pengguna tetap dapat mengatur strategi penggunaan daya melalui empat pilihan mode nan tersedia di head unit, ialah EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority.
Mode EV Max memprioritaskan penggunaan tenaga listrik hingga kapabilitas baterai mencapai pemisah minimum. Setelah itu sistem bakal secara otomatis mengaktifkan mode hybrid.
"Filosofinya adalah dia memanfaatkan dulu daya baterai. Setelah 12 persen, mobil bakal secara otomatis mengambil alih untuk switch ke model hybrid," tambahnya.
Sementara EV First dirancang untuk mempertahankan kapabilitas baterai di kisaran 35 persen. Ketika periode tersebut tercapai, mesin bensin bakal aktif untuk membantu menjaga pasokan energi.
Adapun mode Hybrid mengombinasikan kerja mesin bensin dan motor listrik secara bergerak sesuai kebutuhan berkendara, sedangkan Fuel Priority mengutamakan penggunaan mesin bensin untuk menjaga persediaan daya baterai tetap tersedia.
"Kalau mau praktis,sebenarnya mau pilih EV First alias Hybrid,itu sudah sangat cukup sih," jelas Danang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·