Nepal mulai menguburkan sebagian dari ratusan jenazah nan ditemukan usai banjir bandang melanda. Penguburan dilakukan usai sebelumnya jenazah diambil sampel DNA dan ditandai, agar sewaktu-waktu family bisa mengambilnya kelak. Penguburan dilakukan pada Minggu (30/8).
Dikutip dari AFP, di Nepal nan kebanyakan penduduknya berakidah Hindu, jenazah biasanya dikremasi di atas kayu bakar pemakaman. Penguburan ini dipandang sebagai tempat sementara hingga pihak family dapat mengambilnya, kemudian mengkremasinya.
Pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri, Amrit Bahadur Rai, mengatakan kepada wartawan bahwa semua jenazah nan dikuburkan telah dicatat dengan cermat. Namun, dia juga meminta support internasional, memasok perangkat penyimpan jenazah.
Pengumuman mengenai penguburan ini disampaikan saat kementerian penanggulangan musibah Nepal kembali memperbarui info korban pada hari Minggu, mencatat 752 jenazah ditemukan dan 2.502 orang hilang.
Daftar tersebut mencakup 589 penduduk negara asing nan belum diketahui nasibnya.
"Mengikuti protokol standar nan diakui, seperti nan ditetapkan oleh ICRC (Palang Merah), jenazah para korban, terutama nan tidak dapat dikenali, telah dikuburkan untuk sementara waktu," ujar Rai kepada wartawan.
"Tim medis mengambil sampel DNA dari setiap korban sebelum penguburan agar family dapat melakukan pencocokan info di kemudian hari, serta diizinkan untuk melakukan penggalian kembali guna melaksanakan ritual nan diperlukan," sambungnya.
Nepal telah meminta support berupa unit penyimpanan pendingin dan perangkat tes DNA lantaran kewalahan menangani banyaknya jenazah nan kudu disimpan dengan aman.
"Kami telah meminta support unit pendingin kepada beragam negara; kami memerlukan lebih dari seribu unit," tambah Rai.
"Banyak jenazah telah dikumpulkan dan mulai membusuk. Demi menjaga kesehatan masyarakat, kami kudu menguburkan jenazah nan mulai membusuk tersebut," imbuhnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·