Amerika Serikat (AS) menyatakan telah melancarkan serangan udara terhadap peluncur roket Iran di sebuah pulau mini di Selat Hormuz. Ini merupakan serangan pertama mereka terhadap Iran sejak serangan terakhir pada Juli lalu.
"Hari ini, pasukan AS menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak. Pasukan Garda Revolusi Islam terpantau sedang bersiap meluncurkan roket nan dilengkapi ranjau laut ke arah Selat Hormuz," ujar Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins dalam pesan kepada AFP.
Belum diketahui akibat dari serangan tersebut. Termasuk ada alias tidaknya korban jiwa.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump, sembari terkekeh, mengatakan bahwa setelah mengalahkan Iran dengan telak, dia bakal mendeklarasikan area itu sebagai teritorial AS. Hal itu disampaikan saat menghadiri aktivitas di Akademi Kepolisian Negara Bagian New York, pada Jumat (15/8).
Komentar itu lampau disebut sebagai candaan semata, oleh seorang pejabat Gedung Putih nan enggan disebut namanya. Ia mengatakan, itu adalah candaan Trump kepada reporter Wall Street Journal.
Wakil Perdana Menteri Iran, Kazem Gharibabadi, kemudian merespons pernyataan Trump.
"Selat Hormuz dari dulu sampai sekarang adalah milik Iran, dan bakal tetap menjadi milik Iran. Selat ini bakal dibuka, alias ditutup berdasar komando Iran," kata Gharibabadi, lewat akun X nya, dilansir AFP, Sabtu (15/8).
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·