Keranda hitam bertuliskan “Taman Ismail Marzuki Telah Mati” terbujur di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/8).
Bukan jenazah nan diantar, melainkan simbolisasi nan dibawa seniman Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk menyuarakan protes terhadap pengelolaan TIM oleh Jakpro.
Keranda tersebut menjadi simbol utama dalam tindakan Front Penggerak Seni Taman Ismail Marzuki. Para seniman mau menggambarkan apa nan mereka anggap sebagai “matinya” ruang kesenian TIM nan dulu dibangun sebagai wadah berkarya dan laboratorium seni.
Di sisi keranda, dua nisan bertuliskan “RIP Jakpro” dan “RIP Art Hotel Cikini” turut dipasang. Berbagai atribut tindakan dibentangkan di sekelilingnya, membikin suasana protes terasa seperti prosesi pemakaman.
Tak hanya keranda, para seniman juga membawa sejumlah poster dan karikatur nan menyindir pengelolaan TIM. Mereka memandang area nan semestinya menjadi ruang tumbuh bagi seniman itu sekarang semakin diarahkan pada kepentingan komersial.
Koordinator Aksi Front Penggerak Seni Taman Ismail Marzuki, Mila Nabilah, menilai pengelolaan TIM oleh badan upaya berorientasi keuntungan bertentangan dengan semangat awal pendirian area tersebut.
"Taman Ismail Marzuki didirikan oleh Ali Sadikin dan para maestro seni bukan sebagai komoditas bisnis, melainkan sebagai kawah candradimuka kebudayaan nasional,” ujarnya, dikutip dari keterangan pers nan diterima kumparan.
“Menyerahkan pengelolaannya kepada BUMD berorientasi keuntungan adalah corak pengkerdilan terhadap nilai kebudayaan itu sendiri," tegasnya.
Dalam aksinya, para seniman membawa tiga tuntutan utama meliputi:
Menolak Jakpro mengelola dan mengomersialisasikan Taman Ismail Marzuki.
Mengembalikan tata kelola TIM kepada Dinas Kebudayaan, UP PKJ-TIM, Dewan Kesenian Jakarta, dan organisasi seni secara demokratis serta adil.
Mengembalikan marwah TIM sebagai pusat kesenian dan laboratorium seni.
Sementara itu, kumparan telah menghubungi pihak Jakpro untuk meminta tanggapan mengenai tuntutan dan protes seniman tersebut. Namun, hingga buletin ini ditulis, belum ada jawaban nan diterima.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·