Keracunan MBG, Sudaryono Minta Maaf dan Bakal Copot Kepala SPPG

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |19:23 WIB

Keracunan MBG, Sudaryono Minta Maaf dan Bakal Copot Kepala SPPG

Kepala BGN Sudaryono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan para korban kejadian keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan terjadi di sejumlah wilayah dalam waktu belum ada sebulan menjabat.

BGN, katanya, berkomitmen menerapkan kebijakan tanpa toleransi dengan langsung menjatuhkan hukuman penangguhan (suspend) operasional dapur serta mencopot kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi nan terbukti lalai.

"Kami menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan family di Jepara, Jogja, Jayapura, hingga Semarang, dan berkomitmen menerapkan zero tolerance dengan langsung men-suspend dapur nan bermasalah serta mencopot kepala dapurnya," ujar Sudaryono dalam bertemu pers di instansi BGN, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Sudaryono menekankan bahwa tim investigasi telah diterjunkan untuk meneliti penyebab kasus tersebut berbareng Dinas Kesehatan setempat nan memeriksa sampel makanan. Seturut itu, dia menegaskan pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG/SPPI) alias Kepala Dapur nan bermasalah dilakukan sebagai bahan pertimbangan mendalam.

Jika kejadian keracunan tersebut terbukti berulang alias disebabkan kelalaian berat, perihal itu bakal menjadi catatan jelek nan berujung pada usulan pemecatan dari status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan BGN, alias tidak diperpanjang masa kontraknya.

Berdasarkan info BGN, penerima faedah nan mengalami keracunan MBG paling banyak terjadi pada Oktober 2025 alias hanya berselang 10 bulan setelah pertama kali program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto itu digulirkan. Jumlah korban keracunan saat itu tembus 7.061 orang. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com