Keputusan Kontroversial Gagalkan Kemenangan Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Bos Ducati Masih Emosi

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Keputusan Kontroversial Gagalkan Kemenangan Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Bos Ducati Masih Emosi

Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)

BURIRAM – Bos Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah akhir pekan pembuka MotoGP 2026 di Thailand berhujung pahit bagi Marc Marquez. Sang manajer menyebut Marquez sangat tidak beruntung setelah kemenangan di depan mata pada sesi Sprint Race kudu sirna akibat penalti nan dianggapnya dipertanyakan.

Setelah mendominasi musim lampau dengan kemenangan dobel di Buriram, Ducati memulai kampanye 2026 dengan situasi nan jauh lebih pelik. Marc Marquez, nan sempat terkendala masalah kesehatan dan tiga kali terjatuh saat tes pramusim, sebenarnya bisa menunjukkan kelasnya dengan menempel ketat Marco Bezzecchi (Aprilia) di kualifikasi, hanya terpaut tipis 0,035 detik.

1. Drama Penalti Lap Terakhir

Kemenangan di Sprint Race sejatinya sudah berada dalam genggaman Marquez setelah Bezzecchi terjatuh dari posisi terdepan. Namun, persaingan sengit terjadi dengan Pedro Acosta.

Marquez melakukan manuver tegas di lap terakhir nan membikin pembalap KTM tersebut melebar. FIM Stewards secara mengejutkan menjatuhkan balasan drop one place hanya 30 detik sebelum balapan berakhir.

Marquez mengaku baru memandang pesan penalti tersebut di tikungan terakhir, di mana dia terpaksa menepi dan membiarkan Acosta menyalip untuk mengambil posisi pertama. Nasib jelek bersambung pada balapan utama hari Minggu 1 Maret 2026, saat tengah mengejar Raul Fernandez untuk podium terakhir, Marquez mengalami kerusakan pada pelek roda nan memaksanya kandas finis.

 Instagram/ducaticorse) Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)

"Marc betul-betul tidak beruntung. Pertama di Sprint, di mana keputusan dipertanyakan dari Stewards merampas kemenangannya, lampau di balapan utama di mana podium sudah di depan mata sebelum dia terpaksa mundur," tulis Dall’Igna melalui akun LinkedIn resminya, dikutip dari Crash, Minggu (8/3/2026).

2. Runtuhnya Rekor 88 Podium Beruntun Ducati

Hasil di Thailand ini menjadi pukulan telak bagi statistik mentereng pabrikan Borgo Panigale. Untuk pertama kalinya setelah 88 Grand Prix (GP) berturut-turut, tidak ada satu pun pembalap Ducati nan berdiri di atas podium. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam 102 balapan, merek asal Italia ini tidakhadir dari jejeran lima besar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com