Jakarta -
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan kronologi erupsi Gunung Anak Krakatau nan terjadi saat ini. Dia menyebut status gunung tersebut telah ditetapkan siaga sejak awal Juli 2026.
Teuku menjelaskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan Gunung Anak Krakatau pada level 3 alias siaga sejak 2 Juli 2026. Gunung tersebut kemudian mengalami erupsi nan pertama pada Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB. Dia menjelaskan erupsi Anak Krakatau berjenis strombolian.
"Jadi untuk letusan Gunung Anak Krakatau ini jenisnya strombolian akibat magma cair dengan tekanan gas sedang," kata Teuku dalam konvensi pers daring, Minggu (6/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Letusan jenis Strombolian merupakan jenis erupsi gunung berapi nan berkarakter eksplosif ringan. Letusan ini juga mempunyai interval waktu nan relatif teratur dan berulang.
"Jadi terjadi letusan-letusan nan mini nan berulang secara teratur kemudian ini nan memunculkan kembang api lava, peledak vulkanik dan lapili ke udara," katanya.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menambahkan, erupsi Gunung Anak Krakatau tetap terpantau terjadi sejak malam tadi hingga pagi ini. Namun, gelombang letusan mulai mengalami penurunan.
"Untuk kejadian tadi pagi ada beberapa kali erupsi sebenarnya erupsi ini nan menerus jadi nggak ada semburan-semburan lava dan mungkin ini bakal terus terjadi. Sampai tadi malam juga terpantau, tadi pagi tetap terpantau dan ini mungkin bakal terus terjadi," jelas Wijayanto.
Meski status Anak Krakatau tetap dalam level siaga, Wijayanto menyebut secara gelombang letusan gunung tersebut sudah mulai mengalami penurunan. Dia memprediksi puncak erupsi Anak Krakatau telah terlewati.
"Frekuensinya kita pantau dari aktivtias di permukaan kita ada monitoring petir juga tetap ada aktivitas, namun sudah mulai menurun tidak seperti tanggal 4 (September) pukul 23 malam. Jadi ini sudah mulai menurun juga dan kita pastikan frekuensinya bakal terus menurun dibandingkan tanggal 4 jam 23.07 WIB kemarin," pungkas Wijayanto.
(ygs/gbr)
41 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·