Redam Abu Vulanik di Jakarta, Banten dan Lampung, BNPB Modifikasi Cuaca

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

OMC akan difokuskan pada tiga wilayah nan terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yakni DKI Jakarta, Banten dan Lampung.  

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan operasi tersebut bakal dilakukan hari ini, Minggu (6/9) hingga malam hari dengan pesawat nan telah disiapkan di Bandara Pondok Cabe.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini juga kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Jadi pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe, hari ini bakal dilaksanakan operasi modifikasi cuaca sampai malam," kata Suharyanto saat konvensi pers daring, Minggu (6/9).

Suharyanto menjelaskan OMC dapat dilakukan dengan dua metode, berjuntai pada kondisi awan di wilayah nan terdampak.

Salah satunya dengan memicu hujan agar abu vulkanik nan berada di udara dapat terbawa turun berbareng air hujan.

"Ada dua teknik untuk OMC, nan pertama adalah untuk mendatangkan hujan tentu saja, jika hujannya kelak turun dengan cukup deras begitu, tentu saja abu vulkanik nan sekarang beberapa, dari mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita, ini bisa segera luruh," lanjutnya.

Namun, andaikan tidak terdapat pertumbuhan awan hujan, BNPB menyiapkan metode lain berupa penyemprotan air dalam corak kabut lembut (water mist). Metode tersebut ditujukan untuk membantu mengurai partikel abu vulkanik nan rawan di udara.

"Kemudian juga saat tidak ada awan, kami informasikan memang sekarang musim panas ya, operasi Karhutla ini juga OMC-nya tersendat dengan pertumbuhan awan hujan, tapi untuk DKI Jakarta, Banten dan Lampung, andaikan tidak ada pertumbuhan awan hujan, ini kami dengan BMKG juga sepakat untuk menggunakan metode water mist, ialah untuk mengurai partikel abu nan berbahaya," kata Suharyanto.

"Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca nan dilakukan hari ini sampai kelak malam, ini bisa membantu untuk mencapai alias mewujudkan kondisi daerah, kondisi cuaca nan lebih baik lagi."

Bandara Pondok Cabe saat ini ditutup imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Suharyanto berkata BNPB akan berkoordinasi untuk kemungkinan menggeser OMC ke airport lai nan tidak terganggu abu vulkanik.  

"Untuk Operasi Modifikasi Cuaca, tadi saya koordinasi dengan Pak Kepala BNPB, kelak mungkin kita geser pelaksanaannya apakah dari Halim alias dari Husein Sastranegara. Jadi tetap dari airport nan tidak terpengaruh penutupan akibat abu vulkanik ini," jelas Teuku Faisal.

Berdasarkan pembaruan status operasional per pukul 12.30 WIB, Minggu (6/9), Bandara Pondok Cabe ditutup hingga pukul 14.00 WIB, sedangkan Husein Sastranegara ditutup hingga pukul 16.00 WIB.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9). Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau apalagi tercatat sudah menyebar dari Bengkulu hingga Jakarta.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07:10 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan lama 16 detik," tulis Badan Geologi Kementerian ESDM pada Minggu (6/9).

BMKG mengatakan, berasas info dari PVMBG dan VAAC Darwin dan hasil kajian RGB Citra Himawari-9, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi menjadi dua sebaran.

Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut-selatan nan mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya.

Sebaran kedua bergerak ke arah barat daya - barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian Selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

(vnd/wis)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional