Kepala BGN Minta Maaf Marak Kasus Keracunan MBG

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf atas maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berjanji melakukan pertimbangan dan menyiapkan sejumlah hukuman serta rencana ke depan.

Permohonan maaf Sudaryono disampaikan dalam konvensi pers di Kantor BGN pada Jumat (7/8/2026). Ia prihatin dengan banyaknya kasus keracunan MBG di beragam daerah.

"Di momen ini kami juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan family korban di seluruh Indonesia, di beberapa kejadian, ada nan di Jepara, ada nan di Jogja, ada di kemudian di Jayapura, termasuk nan di Semarang dan lain-lain. Ini kami minta maaf, barangkali kami bakal terus tingkatkan ini," ujar Sudaryono.

BGN, kata Sudaryono, telah mencatat dan memberikan atensi lebih terhadap kasus-kasus keracunan nan terjadi di sejumlah wilayah. Termasuk di SMKN 6 Semarang dan di Distrik Depapre, Jayapura, Papua.

Wakil Kepala BGN Mayjen Trenggono apalagi langsung turun ke Jayapura untuk menangani persoalan keracunan dalam program MBG. Ia berangkat berbareng Wakil Menteri Dalam Negeri guna memastikan penanganan terhadap para korban.

Sudaryono pun memastikan BGN tak bakal tinggal diam. Pihaknya sudah menyiapkan hukuman sebagai salah satu solusi dari maraknya kasus keracunan nan ada.

"Setiap ada keracunan pasti dapurnya kami suspend, kemudian kami kirim tim untuk investigasi, sampelnya dicek oleh Dinas Kesehatan, dan kepala dapurnya kami copot untuk kami evaluasi," jelasnya.

Sudaryono mengatakan, andaikan terdapat kepala dapur nan dinonaktifkan alias dicopot akibat kasus keracunan nan berulang, BGN bakal mengambil langkah tegas dengan mengusulkan pemberhentian dari statusnya sebagai PPPK melalui Badan Kepegawaian Negara.

"Atau pada saat kelak perpanjangan status P3K-nya tidak bakal kami jadikan pertimbangan untuk tidak dilanjutkan," kata Sudaryono.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita