
Kendaraan Listrik (Foto: Okezone)
JAKARTA – Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, Abra Talattov, menilai percepatan mengambil kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi strategi krusial untuk meredam akibat lonjakan nilai minyak mentah bumi terhadap ekonomi domestik.
“Lonjakan nilai minyak akibat bentrok geopolitik membuktikan bahwa ketergantungan nan tinggi terhadap BBM berbasis impor merupakan akibat utama bagi stabilitas fiskal dan ketahanan daya nasional,” ujar Abra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).
Pernyataan Abra tersebut merespons eskalasi ketegangan di Timur Tengah pasca-serangan pada akhir Februari 2026. Kondisi tersebut memicu lonjakan nilai minyak mentah jenis Brent hingga 58%, menyentuh level USD116 per barel pada 9 Maret 2026. Realisasi ini jauh melampaui dugaan ICP dalam APBN 2026 nan dipatok sebesar USD70 per barel.
Bahkan Abra menjelaskan, kenaikan nilai minyak tersebut berpotensi menekan postur APBN secara signifikan. Berdasarkan kalkulasi INDEF, setiap kenaikan ICP sebesar US$1 per barel dapat meningkatkan defisit fiskal hingga sekitar Rp6,8 triliun.
Risiko tersebut, menurutnya, berpotensi membengkak andaikan disertai pelemahan nilai tukar rupiah dan peningkatan yield Surat Berharga Negara (SBN). Ia memproyeksikan, pelemahan rupiah sebesar Rp100 per dolar AS dan kenaikan yield SBN 0,1 persen dapat memberi tekanan tambahan pada defisit fiskal hingga Rp9,5 triliun.
“Ini menunjukkan bahwa gejolak nilai minyak tidak hanya berakibat pada sektor daya saja, tetapi juga mempunyai implikasi langsung terhadap stabilitas fiskal negara,” katanya.
Dengan demikian, lanjutnya, urgensi langkah elektrifikasi tersebut juga terlihat dari kondisi persediaan operasional BBM nasional nan tetap terbatas di kisaran 21–23 hari. Angka tersebut tetap jauh di bawah standar internasional nan umumnya berada di atas 90 hari.
“Dengan persediaan BBM nan tetap terbatas, pengendalian konsumsi melalui elektrifikasi transportasi menjadi salah satu strategi nan sangat logis dan mendesak,” ungkap Abra.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·