
Investasi di usia muda. (Foto Ilustrasi/Freepik)
JAKARTA - Di era digital ini, arti "mapan" telah bergeser. Jika generasi sebelumnya memandang kemapanan dari kepemilikan aset bentuk seperti tanah alias gedung di usia tua, generasi Z dan Milenial melihatnya melalui portofolio digital. Namun, masalah klasik tetap ada: penundaan.
Banyak anak muda merasa belum saatnya melakukan investasi saham lantaran merasa penghasilan belum besar alias angsuran tetap banyak. Padahal, dalam bumi keuangan, musuh terbesar bukanlah kekurangan modal, melainkan hilangnya waktu.
Untungnya Bunga Majemuk
Albert Einstein konon menyebut kembang majemuk alias compounding interest sebagai keajaiban bumi kedelapan. Bagi penanammodal muda, ini adalah senjata nuklir.
Mari kita bandingkan dua skenario. Si A mulai berinvestasi Rp1 juta per bulan di usia 20 tahun. Si B mulai dengan jumlah nan sama, Rp1 juta per bulan, tapi baru dimulai di usia 30 tahun. Meskipun si B hanya tertinggal 10 tahun, saat keduanya pensiun di usia 55, portofolio si A bisa berbobot dua kali lipat lebih besar dari si B, meskipun total modal nan disetorkan tidak terpaut sejauh itu.
Dalam investasi saham, waktu memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi, membagikan dividen, dan meningkatkan nilai pasar mereka. Semakin lama Anda memegang saham perusahaan nan bagus, semakin besar "bola salju" untung nan Anda gulung.
Melawan Inflasi
Inflasi adalah pencuri senyap. Jika Anda menyimpan duit Rp10 juta di bawah bantal hari ini, sepuluh tahun lagi daya belinya mungkin hanya setara Rp6 juta. Menabung di tabungan alias rekening biasa seringkali memberikan kembang nan lebih rendah daripada tingkat kenaikan nilai peralatan pokok.
Trading saham secara strategis alias berinvestasi secara jangka panjang adalah langkah paling efektif untuk memastikan kekayaan Anda tidak tergerus zaman. Dengan membeli saham, Anda sebenarnya membeli bisnis. Saat nilai peralatan naik (inflasi), perusahaan-perusahaan besar biasanya meningkatkan nilai jual mereka, nan pada akhirnya meningkatkan untung dan nilai saham mereka.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·