Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau kondisi penduduk negara Indonesia (WNI) di Iran dan area Timur Tengah di tengah eskalasi bentrok pasca serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengungkapkan hingga saat ini pemerintah telah memfasilitasi pemulangan berdikari sebanyak 2.285 WNI dari area tersebut.
"Hingga saat ini perwakilan RI di Timur Tengah telah memfasilitasi proses repatriasi berdikari WNI sebanyak 2.285 orang dan jumlah ini di luar dari WNI jemaah umroh nan dipulangkan," ujar Heni dalam konvensi pers, Rabu (8/4/2026).
Selain itu, Kemlu juga telah memfasilitasi pemulangan tiga jenazah prajurit TNI nan gugur saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Meski demikian, tetap terdapat 720 WNI nan tertahan di sejumlah wilayah Timur Tengah akibat gangguan penerbangan.
"Saat ini terdapat 720 WNI nan tertahan lantaran disrupsi penerbangan dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke Tanah Air," jelasnya.
Khusus di Iran, jumlah WNI nan tercatat tetap berada di wilayah tersebut mencapai 281 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 35 orang merupakan anak buah kapal (ABK) nan berada di kapal-kapal di pesisir Iran.
Kemlu melalui KBRI Tehran terus melakukan komunikasi intensif dengan para WNI, baik nan menetap maupun non-residen, guna memastikan kondisi mereka tetap aman.
Pemerintah juga tengah mempersiapkan skema pemindahan lanjutan bagi WNI nan mau kembali ke Tanah Air. Namun, pelaksanaannya bakal sangat berjuntai pada situasi keamanan di lapangan.
"Rencana pemindahan terus disesuaikan dengan kondisi terkini, termasuk memastikan pergerakan WNI dilakukan melalui rute nan aman, baik menuju titik kumpul maupun ke negara tujuan evakuasi," tutup Heni.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·