Pemerintah Indonesia mengusulkan lima langkah konkret untuk memperkuat support internasional terhadap Palestina. Usulan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam pertemuan tingkat menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania, pada Rabu (5/8).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan lima langkah tersebut merupakan bagian dari sikap tegas Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Bapak Wakil Menteri Luar Negeri telah mengusulkan lima langkah konkret dalam pertemuan tersebut agar organisasi internasional tidak lagi hanya menggunakan cara-cara nan lama nan telah ditempuh selama ini," kata Nabyl dalam Press Briefing Mengenai Isu Terkini Polugri di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (13/8).
"Lima perihal tersebut pertama mencakup membangun strategi nan didasarkan atas suatu persatuan; dan nan kedua adalah dengan mengambil langkah menegakkan norma internasional dan putusan Mahkamah Internasional; dan nan ketiga adalah memperluas pengakuan internasional terhadap Palestina; dan nan keempat ialah memperkuat upaya perlindungan terhadap Masjid Al-Aqsa; serta nan kelima mendukung rekonstruksi Gaza, persatuan Palestina, dan juga support bagi UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East)," jelas Nabyl.
Nabyl mengatakan kelima langkah tersebut kemudian tercermin dalam joint statement nan dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Pernyataan berbareng itu juga menekankan penguatan lembaga Palestina di Yerusalem serta penolakan terhadap tindakan unilateral berupa pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem. Indonesia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan norma internasional.
Nabyl menegaskan support terhadap kemerdekaan Palestina merupakan prioritas politik luar negeri Indonesia. Indonesia juga terus mendorong kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
"Partisipasi Indonesia dalam pertemuan ini kita artikan sebagai ketegasan komitmen nasional kita untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dan menegakkan norma internasional dan mendorong terwujudnya perdamaian nan setara dan berkepanjangan di Timur Tengah," kata dia.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·