Kemlu RI Hormati Rencana AS Tutup Konsulat di Medan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyikapi rencana Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menutup lima misi diplomatik asing, termasuk Konsulat Jenderal AS di Medan, Indonesia. Kemlu menyakini kebijakan itu tak bakal memengaruhi hubungan diplomatik kedua negara.

"Terkait pertanyaan tersebut, Pemerintah mencermati pemberitaan mengenai rencana penutupan Konsulat Amerika Serikat di Medan. Hingga saat ini, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta belum menyampaikan info resmi kepada Pemerintah Indonesia mengenai rencana tersebut," kata Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Vahd mengatakan Indonesia menghormati keputusan internal pemerintah AS. Termasuk di dalamnya nan mengatur soal perwakilan diplomatik dan konsulernya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia menghormati keputusan internal Pemerintah Amerika Serikat mengenai pengaturan perwakilan diplomatik dan konsulernya," ucap dia.

Vahd meyakini keputusan AS tersebut tak bakal memengaruhi hubungan diplomatik dengan RI. Kemlu menyebut hubungan kedua negara tetap terjalin baik.

"Keputusan Pemerintah AS tersebut tidak bakal berakibat terhadap hubungan diplomatik kedua negara nan terjalin dengan baik selama ini," ungkap dia.

Informasi mengenai rencana penutupan konsulat di Medan itu sebelumnya diberitakan oleh instansi buletin Reuters seperti dikutip, Rabu (5/8/2026). Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dilaporkan telah menunjukkan Kongres AS bahwa mereka berencana untuk menutup lima misi diplomatik asing, termasuk Konsulat Jenderal AS di Medan, Indonesia.

Orang-orang nan mengetahui pemberitahuan tersebut mengatakan bahwa pemberitahuan itu telah dikirim ke beberapa komite kongres AS akhir pekan lalu. Dalam pemberitahuan itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka berencana untuk menutup pos-pos diplomatiknya di St. George's, Grenada; Nagoya, Jepang; Medan, Indonesia; Douala, Kamerun; dan Winnipeg, Kanada. Orang-orang nan mengetahui perihal tersebut berbincang dengan syarat anonim lantaran pemberitahuan tersebut tidak dipublikasikan.

Rencana penutupan ini, nan belum pernah dilaporkan sebelumnya, merupakan contoh langka dari AS nan menutup beberapa misi diplomatik asing dalam pengurangan nan tidak mengenai dengan peristiwa geopolitik tertentu. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk melakukan efisiensi dan mengurangi ukuran birokrasi pemerintah AS.

Awal tahun lalu, selama bulan-bulan pertama pemerintahan Trump, Departemen Luar Negeri AS mulai mempersiapkan penutupan nyaris selusin misi diplomatik asing, seperti nan dilaporkan Reuters dan media lain pada saat itu. Ini sebagai bagian dari upaya nan lebih luas oleh presiden Republikan tersebut untuk mengubah birokrasi AS, agar sepenuhnya selaras dengan agenda "America First"-nya.

Dimintai komentar pada hari Minggu lalu, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan nan tidak mengkonfirmasi penutupan tersebut. Namun, disebutkan bahwa mereka konsentrasi untuk memastikan bahwa kehadiran diplomatik negara itu efisien dan efektif. Departemen tersebut menambahkan bahwa mereka berkomitmen untuk mengikuti prosedur pemberitahuan kongres.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut langkah-langkah pengurangan biaya merupakan perihal nan diperlukan untuk menyesuaikan ukuran organisasi, nan oleh banyak konservatif dianggap terlalu besar dan terlalu birokratis.

Misi diplomatik AS di St. George's, Grenada, adalah sebuah kedutaan besar. Adapun misi AS d Medan, Winnipeg, dan Nagoya adalah konsulat, sedangkan pos di Douala adalah "kantor bagian kedutaan besar." Konsulat dan instansi bagian biasanya mewakili kepentingan AS di wilayah di luar ibu kota negara asing.

(dwr/knv)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News