Kemlu Pastikan WNI Aman Usai Bandara Arab Saudi Diserang Lagi

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Jakarta -

Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, kembali diserang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tak ada penduduk negara Indonesia (WNI) nan terdampak serangan tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan seluruh WNI di Arab Saudi saat ini dalam kondisi aman. Termasuk, pekerja migran Indonesia (PMI).

"Terkait pembaruan perkembangan di Arab Saudi pasca serangan di Bandara King Fahd International Airport Dammam ya, nan tanggal 21 Oktober tadi awal hari. Nah, hingga saat ini seluruh WNI maupun PMI nan berada di wilayah Arab Saudi berada dalam kondisi aman," kata Heni Hamidah dalam bertemu pers di instansi Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heni mengatakan rangkaian serangan tersebut berakibat signifikan terhadap operasional penerbangan, terutama di wilayah Riyadh. Sementara itu, penerbangan di Bandara Jeddah dan Madinah tetap beraksi normal.

"Rangkaian serangan tersebut berakibat signifikan terhadap operasional penerbangan, khususnya penerbangan di wilayah Riyadh. Namun demikian, untuk penerbangan di airport di Jeddah dan Madinah, sampai saat ini tetap beraksi normal," katanya.

Heni juga memastikan jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi dalam kondisi aman. Saat ini, terdapat sekitar 49.000 jemaah umrah di negara tersebut.

"Saat ini di Arab Saudi terdapat 49.000 jemaah umrah dan semuanya dalam keadaan aman. KJRI sendiri, KJRI Jeddah, piket di airport ini 24 jam untuk memantau andaikan ada jemaah nan stranded alias terdapat gangguan penerbangan," imbuhnya.

Sebelumnya, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi kembali diserang. Serangan itu menewaskan satu orang.

Dilansir Al Jazeera dan Reuters, Kamis (22/10/2026), serangan itu juga mengakibatkan 8 orang terluka. Otoritas Umum Penerbangan Sipil melalui akun X resminya mengatakan serangan itu mengakibatkan kerusakan material.

Belum ada penjelasan lebih rinci mengenai peristiwa tersebut. Saat ini kerusakan material tersebut sedang dalam tahap penilaian.

Sementara itu, Juru bicara koalisi ketua Arab Saudi di Yaman, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, mengatakan sistem pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak (drone) di Provinsi Timur, Arab Saudi.

(amw/amw)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑