Kemhan Mitigasi Risiko Kesehatan Peserta Latsarmil

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kemhan Mitigasi Risiko Kesehatan Peserta Latsarmil Kemhan melakukan mitigasi kesehatan bagi peserta latsarmil Koperasi Merah Putih.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Pertahanan (Kemhan) menerapkan langkah mitigasi ketat guna memastikan keselamatan peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Merah Putih. Upaya ini dilakukan untuk mencegah peserta jatuh sakit alias mengalami kejadian fatal selama masa pendidikan.

Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastiat, menyatakan bahwa penyelenggara telah melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, observasi, hingga isolasi bagi peserta nan memerlukan jasa medis khusus. Langkah ini bermaksud agar pembimbing dapat memetakan kondisi bentuk dan riwayat kesehatan setiap peserta secara akurat.

"Sebagai langkah mitigasi, penyelenggara juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, observasi, dan isolasi terhadap peserta nan memerlukan jasa kesehatan," ujar Ketut dalam bertemu pers di Jakarta, Sabtu (27/6).

Ketut menjelaskan, hasil pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi dasar bagi para pembimbing untuk menyesuaikan jenis training fisik. Selain itu, Kemhan memperkuat koordinasi dengan beragam rumah sakit dan akomodasi kesehatan TNI guna menjamin pelayanan medis nan sigap dan optimal bagi peserta nan memerlukan rujukan.

Implementasi mitigasi ini juga telah melangkah di markas Marinir TNI AL, Cilandak, Jakarta Selatan. Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, Letkol (Mar) Agus Mutaqin, mengungkapkan bahwa peserta dengan riwayat penyakit kronis alias sakit berat dipisahkan dari golongan utama.

"Yang mempunyai riwayat kronis alias sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan nan berangkaian dengan bentuk tidak kita ikutkan," jelas Agus pada Kamis (25/6).

Peserta nan mempunyai hambatan kesehatan diarahkan untuk lebih banyak mengikuti materi di dalam kelas. Sementara itu, bagi peserta nan dinyatakan fit, mereka tetap menjalankan agenda latihan luar ruangan seperti apel pagi, peraturan baris berbanjar (PBB), hingga latihan menembak perorangan nan dijadwalkan pada minggu ketiga.

Melalui prosedur pemantauan kesehatan nan berlapis ini, Kemhan berambisi seluruh proses latsarmil dapat melangkah kondusif dan maksimal, sehingga para calon pengelola koperasi mempunyai bekal dasar militer nan mumpuni untuk penugasan berikutnya. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia