Kementerian P2MI Teken MoU dengan Pemprov Banten-Krakatau Steel Terkait PMI

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Menteri P2MI Mukhtarudin, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Gubernur Banten Andra Soni, Dirut Krakatau Steel, dan Ketua IKA Untirta Lamhot Sinaga dalam bertemu pers seusai penandatanganan MOU di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menjalin sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Banten, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta). Kerja sama ini bermaksud untuk memperkuat ekosistem pelindungan dan peningkatan kapabilitas pekerja migran dari hulu ke hilir.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan penandatanganan kerja sama dengan empat pihak ini dilakukan untuk memperkuat kualitas kapabilitas sekaligus memberi pelindungan bagi para pekerja migran.

"Pada hari ini kami berempat menandatangani MOU dalam rangka memperkuat ekosistem, baik dalam rangka peningkatan kapabilitas pekerja migran maupun dalam konteks pelindungan bagi pekerja migran," kata Mukhtarudin di Kantor KP2MI, Pancoran, Jakarta, Kamis (18/6).

Menteri P2MI Mukhtarudin, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Gubernur Banten Andra Soni, Dirut Krakatau Steel, dan Ketua IKA Untirta Lamhot Sinaga dalam bertemu pers seusai penandatanganan MOU di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Mukhtarudin menambahkan, kerjasama nan melibatkan pemerintah pusat, daerah, alumni perguruan tinggi, hingga Krakatau Steel ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan perintah Presiden mengenai penguatan ekosistem dari hulu ke hilir.

"Ini kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kemudian alumni perguruan tinggi, dan juga adalah operator ataupun stakeholder ataupun sektor riilnya, ialah Krakatau Steel. Ini bagian daripada kita mengimplementasikan perintah Bapak Presiden ya, dalam rangka kita memperkuat gimana ekosistem pelindungan pekerja migran ini dari hulu sampai ke hilir," sambung Mukhtarudin.

Kerja sama antar sektor ini juga menjadi bagian dari penyelenggaraan program direktif Presiden untuk mempersiapkan ratusan ribu tenaga kerja berkompetensi dunia hingga tahun 2029.

"Dan nan tidak kalah krusial adalah ini sebagai penerapan juga dari program direktifnya Bapak Presiden, program ialah SMK Go Global nan tahun ini 2026 dengan sasaran 40 ribu orang. Kemudian 2027 kelak targetnya 140 ribu orang, 2028 180 ribu orang, dan 2029 140 ribu orang. Sehingga dari 2026-2029 totalnya kurang lebih 500 ribu orang nan kita persiapkan nan mempunyai kompetensi kebutuhan global, tidak hanya sisi teknis juga dari sisi bahasanya," pungkas Mukhtarudin.

Penandatanganan MoU dengan Gubernur Banten, Krakatau Steel, dan IKA UNTIRTA, di instansi KP2MI Jakarta, kamis (18/6/2026). Foto: Dok. Kementerian P2MI

Dalam kesempatan nan sama, Gubernur Banten Andra Soni menyambut positif penandatanganan kerja sama ini. Andra menegaskan komitmen penuh Pemprov Banten untuk menyukseskan visi besar Presiden dalam menyiapkan tenaga kerja terampil nan siap bersaing di tingkat global.

"Kami sangat berambisi besar berjalannya program ini dengan baik sesuai dengan pengarahan Bapak Presiden, 4 tahun ke depan sasaran 200 ribu pekerja terlatih, terdidik nan ditempatkan di negara-negara sahabat," tutur Andra Soni.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan menegaskan kesiapan pihaknya sebagai perwakilan BUMN untuk memfasilitasi kebutuhan peningkatan kompetensi pekerja sebelum diberangkatkan ke luar negeri.

"Skilled labour dengan aset dan pabrik nan Krakatau Steel miliki tentu bakal menjadi arena untuk pelatihan, untuk training secara live ditambah dengan pembekalan bahasa. Sehingga rasanya pekerja migran kita nan bakal ke luar negeri jauh lebih mempunyai self-confidence," pungkas Akbar Djohan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan