Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.(MI/Dede)
PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan ratusan miliar rupiah untuk membeli produk penemuan sektor pertanian hasil karya para peneliti dari beragam perguruan tinggi di Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus corak apresiasi terhadap para peneliti nan telah berkontribusi bagi masyarakat Indonesia.
Hal itu disampaikan Amran di sela agenda menghadiri Rapat Hilirisasi di Kantor Riset Perkebunan Nasional (RPN), Jalan Salak, Kota Bogor, Kamis (9/4).
Salah satu produk penemuan nan dibeli pemerintah adalah bibit padi IPB 3S hasil penelitian IPB University.
"Ada bibit padi IPB 3S, sekarang dengan turunannya, produktivitasnya 9 sampai 11 ton per hektare. Ini kita langsung transaksi beli. Nilainya Rp250 miliar," kata Amran.
"Inilah corak penghargaan Kementerian Pertanian dan pemerintah terhadap para peneliti kita di seluruh Indonesia, termasuk IPB," lanjutnya.
Amran menjelaskan, rata-rata produksi padi nasional saat ini berada di kisaran 5,5 hingga 6 ton per hektare. Sementara varietas IPB 3S bisa menghasilkan 10 hingga 11 ton per hektare.
"Ini luar biasa. Kami insyaallah, IPB sanggup memenuhi dengan nilai Rp250 miliar bibit padi," ujarnya.
Menurut Amran, kerja sama antara Kementan dan IPB telah berjalan lama dan menghasilkan beragam penemuan pertanian baru. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika IPB.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor IPB dan seluruh jajaran, wali amanah, serta para pembimbing besar. Ini luar biasa banyak penemuan baru. Kerja sama ini perjalanannya sudah panjang, dimulai sekitar 2016–2017," ungkapnya.
Selain IPB, Kementan juga telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi lain di Indonesia dan membeli hasil penelitian nan dinilai mempunyai akibat besar bagi masyarakat.
"Beberapa perguruan tinggi juga sudah kita beli hasil penelitiannya nan bisa berkontribusi besar pada rakyat Indonesia, seperti Unhas, ITS, Andalas, dan lain-lain. Kita beli produk-produk nan bisa memberikan added value alias nilai tambah bagi sektor pertanian," jelasnya.
Selain pengembangan beras, Kementan juga merancang peningkatan produksi komoditas lain, termasuk bawang putih. Amran menyoroti masa dormant alias masa rehat tanam bawang putih nan saat ini mencapai enam bulan dan diharapkan dapat dipersingkat.
"Kami minta jika bisa maksimal dua bulan. Kalau bisa satu bulan dormant-nya. Ini bisa mendorong produksi nasional nanti," katanya.
Pengembangan juga bakal dilakukan pada komoditas lain seperti tapioka dan kopi melalui kerja sama riset berskala besar.
"Kita bakal lakukan banyak kerja sama dan langsung kita tindak lanjuti. Bukan lagi skala percobaan, tetapi skala besar," tutupnya. (DD/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·