Kemensos-PKP Turun Langsung Cek Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Kemensos dan Kementerian PKP verifikasi rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan untuk program bedah rumah, Rabu (17/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Kementerian Sosial berbareng Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengakselerasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah untuk orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Tahapan verifikasi aktual di lapangan terus dikebut agar pembaharuan dapat segera melangkah pada September mendatang.

Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 2 Balai P3KP Jawa 4 Firdiansyah Fatoni menjelaskan verifikasi aktual seperti nan dilakukan di Pasuruan hari ini untuk memastikan support tepat sasaran.

"Untuk Pasuruan sudah 11 titik usulan Kemensos nan lolos verifikasi faktual," ujarnya di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (17/6/2026).

Dia menjelaskan, Kota dan Kabupaten Pasuruan mendapat kuota 225 titik sesuai usulan Kemensos. Sementara untuk Jawa Timur total usulan bedah rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat berjumlah 1.837 titik.

Di Pasuruan tim bergerak ke empat letak untuk mengecek kondisi rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat. Titik nan disambangi adalah rumah Lilik Qomariyah di Desa Bajangan; Jirilia di Jajar Kebon Desa Gondangwetan; Eko Musidi di Desa Tenggilisrejo Gondangwetan, dan Rahmat di Dusun Jajarkebon, Gondangwetan.

Kemensos dan Kementerian PKP verifikasi rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan untuk program bedah rumah, Rabu (17/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Bagi para family penerima manfaat, program ini menghadirkan angan baru. Rahmat, salah satu orang tua siswa Sekolah Rakyat, mengaku berterima kasih atas perhatian nan diberikan pemerintah.

"Alhamdulillah, berterima kasih ada perhatian dari pemerintah," tuturnya.

Verifikasi aktual di lapangan tak hanya mengecek kondisi gedung serta sanitasi rumah tapi juga kelengkapan arsip kepemilikan rumah.

Turut mendampingi aktivitas tersebut, Tenaga Ahli Menteri Sosial, Fajar WH. Dia menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga Sekolah Rakyat nan beraksi di Pasuruan, ialah Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan, SRMP 28 Kota Pasuruan, dan SRT 3 Pasuruan.

Menurutnya, pendekatan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga menyasar peningkatan kesejahteraan seluruh keluarga. Selain memperoleh akses pendidikan cuma-cuma dan berkualitas, orang tua siswa juga didorong mengikuti beragam program pemberdayaan ekonomi agar bisa keluar dari jerat kemiskinan.

"Anaknya disekolahkan, orangtuanya diberdayakan, dan rumahnya nan tak layak huni direnovasi," katanya.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembaharuan 10.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini merupakan sinergi Kementerian Sosial dan Kementerian PKP untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan membedah rumah family siswa agar lebih layak huni.

Kemensos dan Kementerian PKP verifikasi rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan untuk program bedah rumah, Rabu (17/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Selain tim PKP, turut datang dalam aktivitas verifikasi lapangan para pendamping PKH, kepala sekolah, dan pembimbing Sekolah Rakyat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan