Jakarta, CNN Indonesia --
Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk tidak sigap menyimpulkan kasus kematian dokter internship lantaran aspek kesehatan.
Hal tersebut disampaikan pengurus MGBKI Zainal Muttaqin merespons kasus kematian master internship Myta Aprilia Azmy nan bekerja di Rumah Sakit KH Daud Arif Iskandar, Jambi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zainal kemudian menyoroti empat kasus kematian master internship sebelum Myta nan terjadi di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali dan Sulawesi Selatan.
Dalam keempat kasus itu, dia menilai investigasi nan dilakukan Kemenkes terlalu sigap untuk disimpulkan lantaran aspek kesehatan semata.
"Dari Kementerian Kesehatan mengembalikan bahwa mereka nan meninggal ini mempunyai penyakit. Mereka menganalisa ke sana," ujarnya dalam konvensi pers, Minggu (3/4).
Ia menegaskan nyaris semua masyarakat Indonesia, termasuk master mempunyai penyakit bawaan. Persoalannya, kata dia, perihal itu semestinya sudah dideteksi oleh lembaga alias rumah sakit wahana pendidikan.
"Kita semua itu pasti di antara kita punya problem kesehatan. Bagaimana saat kita menjalani internship ada upaya penemuan dan penanganan penyakit berbarengan dengan pekerjaan, itu nan kudu dilakukan," tegasnya.
Zainal menilai sebuah kesalahan nan besar jika pengelola program internship, dalam perihal ini Rumah Sakit tidak tahu kondisi kesehatan para peserta didik.
"Kalau itu melangkah tanpa ada penemuan dan pihak penerima, artinya pengelola program ini sampai tidak mengetahui persoalan kesehatan nan dimiliki oleh peserta didik, itu suatu kesalahan," tuturnya.
"Bukan peserta didik nan salah. Kita jangan terbiasa menyalahkan peserta program ini lantaran dia punya penyakit sehingga beban kerja nan ada menyebabkan dia meninggal," imbuhnya.
Mengutip Detik, sejumlah kolega kedokteran menyoroti dugaan beban kerja berat Myta sebelum wafat. Sebelum meninggal, Myta sempat kritis dan dirawat di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) Achmad Junaidi mengatakan pihaknya bakal mengawal kasus meninggalnya Myta nan tengah menjalani program internship tersebut.
"Kita sebelumnya telah mengirim surat ke Kementerian Kesehatan RI. Mereka meminta dilakukan audit terhadap RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, nan menjadi letak penugasan dr Myta," kata Junaidi seperti dikutip dari Detik, Sabtu (2/5).
Dalam surat tertanggal 30 April 2026, IKA FK Unsri mengungkap keprihatinan sekaligus sejumlah temuan mengenai kondisi kerja master internship di rumah sakit wilayah tersebut.
Junaidi menyebut Myta diduga menjalani beban kerja berat tanpa rehat nan cukup selama masa internship. Bahkan, saat kondisi kesehatannya mulai menurun sejak Maret 2026, Myta disebut tetap menjalani agenda jaga.
"dr Myta telah melaporkan indikasi sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi," ujarnya.
Berdasarkan keterangannya, kondisi Myta kemudian memburuk, dengan saturasi oksigen dilaporkan berada di bawah 80 persen. Myta akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.
(tfq/dmi)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·