Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan upaya pemadaman kebakaran hutan di wilayah Resort Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, tetap berjalan hingga Sabtu (22/8) siang.
Lokasi kebakaran nan berada di area bergambut dan susah dijangkau menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran nan terjadi sejak Jumat (21/8) siang.
Tim pemadam disebut apalagi kudu menempuh sebagian akses dengan melangkah kaki untuk mencapai letak kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TNWK berbareng para pihak terus berupaya maksimal melakukan pemadaman," ujar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi, dalam pernyataan resmi, Sabtu (22/8).
"Kondisi lapangan nan sulit, sumber air nan jauh, serta karakter lahan nan bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan," lanjutnya.
"Namun demikian, kami berbareng seluruh pihak terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian agar kebakaran tidak meluas."
Dalam penanganan peristiwa ini, pihak TNWK bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, POLRI, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja TNWK, serta masyarakat setempat.
Sebagai langkah lanjutan, TNWK bakal meningkatkan intensitas pengamanan dan patroli kawasan, khususnya pada wilayah nan mempunyai potensi ancaman kebakaran.
Kemenhut mengatakan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, mitra kerja, dan masyarakat juga bakal diperkuat untuk mengantisipasi potensi kebakaran maupun ancaman lain di area konservasi tersebut.
Pengamanan disebut tidak hanya konsentrasi pada kebakaran rimba dan lahan, tetapi juga untuk mencegah perburuan satwa liar, pembalakan, perambahan, serta aktivitas terlarangan lainnya.
Sementara itu, pihak TNWK juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak nan terlibat dalam penanganan kebakaran. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus menjaga area Taman Nasional Way Kambas.
Kebakaran serupa juga pernah melanda area rimba Taman Nasional Way Kambas. Pada Januari 2026, kebakaran menghanguskan lahan seluas lebih dari 2.600 hektare.
Pada musim tandus tahun ini, diprediksi jumlah area nan terbakar lebih luas dibandingkan peristiwa kebakaran sebelumnya.
(van/sfr)
11 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·