Kemenhut dan BMKG Perkuat Hujan Buatan Atasi Karhutla Kalimantan dan Jawa Timur

Sedang Trending 38 menit yang lalu
Kemenhut dan BMKG Perkuat Hujan Buatan Atasi Karhutla Kalimantan dan Jawa Timur Ilustrasi(Dok BPNB)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) berbareng BMKG memperkuat operasi terpadu pengendalian kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jawa Timur dengan mengerahkan kekuatan lapangan serta support teknologi berbasis kajian cuaca. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran, melindungi masyarakat, dan mencegah meluasnya akibat karhutla.

Kementerian Kehutanan telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melaksanakan support Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Jawa Timur. OMC berjalan di Jawa Timur pada 3-9 September 2026 menggunakan Pesawat CASA A2104, Kalimantan Barat pada 5-14 September 2026 dan Kalimantan Tengah pada 6-14 September 2026 dengan menggunakan pesawat CASA 212 serta support logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Pelaksanaan OMC dilakukan berasas kajian meteorologi, potensi pertumbuhan awan, perkembangan kejadian karhutla, serta pemantauan tinggi muka air tanah oleh BMKG. Wilayah sasaran ditentukan berasas potensi pembentukan awan hujan dan tingkat kerawanan karhutla nan tinggi. 

Menargetkan Gunung Bromo dan Gunung Arjuno

Untuk penyelenggaraan OMC di Jawa Timur, diarahkan untuk mendukung pemadaman kebakaran rimba di wilayah TN Bromo Tengger Semeru, Gunung Arjuno, dan wilayah lain di Jawa Timur. 

“Di saat Satgas Darat Karhutla nan mempunyai komponen personil dari beragam instansi/lembaga Pusat dan wilayah (Polri/TNI/Menggala Agni Kemenhut/BPBD/Mayarakat Peduli Api/Relawan) terus melakukan giat pemadaman di lapangan, maka support teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi kunci dalam upaya penanganan karhutla untuk secepat mungkin bisa dipadamkan. 

Dalam rencana OMC lanjutan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah serta di Jawa Timur tersebut dialokasikan dari anggaran Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan. 

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan mengungkapkan terima kasih nan disampaikan oleh Dirjen Penegakan Kehutanan Dwi Januanto Nugroho atas support BMKG, BNPB, TNI AU, BPBD dan seluruh pihak dalam penyelenggaraan OMC tersebut.

Januanto menambahkan bahwa pengendalian karhutla juga merupakan corak perlindungan negara terhadap masyarakat nan terdampak. 

“Yang kita lindungi bukan hanya ekosistem di area hutan, tetapi juga masyarakat nan tinggal dan berjuntai pada lingkungan sekitarnya. Karena itu, setiap langkah pengendalian diarahkan untuk mengurangi akibat terhadap kesehatan, aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. Pada saat nan sama, andaikan ditemukan indikasi pelanggaran, proses penegakan norma tetap melangkah sesuai ketentuan,” tegasnya, Sabtu (5/9).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berbareng Kepala BNPB pada kesempatan giat Karhutla di Kalimantan Barat sebelumnya, memastikan support pesawat untuk OMC tetap disiagakan hingga 13 September. 

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar setiap kesempatan pembentukan awan hujan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu penanganan sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru.(RK/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia