Puluhan Tenda untuk Sekolah Darurat Dibangun Pascagempa NTT

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan puluhan tenda ruang kelas darurat untuk memastikan aktivitas belajar mengajar tetap melangkah setelah gempa bumi nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus lalu.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya telah menyiapkan 50 tenda ruang kelas darurat nan bakal didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak gempa di Pulau Flores.

"Keselamatan penduduk sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan bakal kami kawal berbareng pemerintah wilayah hingga pembelajaran kembali berjalan dengan kondusif dan nyaman," kata Mu'ti dalam keterangannya, Jumat (4/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan info Kemendikdasmen per 16 Agustus, tercatat sebanyak 253 satuan pendidikan terdampak gempa. Jumlah tersebut terdiri atas 199 satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, SMP dan SKB nan menjadi kewenangan kabupaten serta 54 satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB nan menjadi kewenangan provinsi.

Kemendikdasmen melakukan penanganan di tujuh kabupaten di Pulau Flores. Yakni Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat dan Sikka.

Dari hasil pendataan, wiilayah dengan kerusakan pendidikan terparah berada di Kabupaten Manggarai Timur. Dari total 104 satuan pendidikan terdampak di wilayah tersebut, 51 di antaranya mengalami akibat pada jenjang SD dan SMP/MTs, nan terdiri dari 33 SD serta 18 SMP/MTs.

Sementara itu, Kabupaten Manggarai Barat juga tercatat ada sebanyakk 52 satuan pendidikan terdampak.

"Selain kerusakan bangunan, musibah gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan ialah dua orang siswa dan satu orang guru," ucap Mu'ti.

Mu'ti mengatakan Kemendikdasmen mengarahkan sekolah nan mengalami kerusakan untuk menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar di ruang kelas nan terdampak.

Pembelajaran dapat dipindahkan ke ruang nan aman, menggunakan tenda belajar, alias diliburkan sementara menyesuaikan kondisi masing-masing daerah.

"Kami juga menyiapkan support psikososial melalui kerja sama dengan HIMPSI. Layanan tersebut bakal segera bergerak setelah tim pembukaan memberikan konfirmasi kondisi lapangan," ucap dia.

"Langkah selanjutnya adalah mendorong pembersihan sekolah nan tetap kondusif digunakan serta mengoordinasikan pemanfaatan anggaran shopping tambahan untuk kebutuhan sarana dan perangkat belajar," sambungnya.

Selain support fisik, Kemendikdasmen menyiapkan support konektivitas melalui Starlink bagi wilayah nan mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.

"Tim lintas direktorat di Kemendikdasmen juga mulai bergerak ke lapangan untuk mempercepat asesmen, verifikasi kerusakan, dan koordinasi pemulihan jasa pendidikan," tutur Mu'ti.

(dis/dal)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional