Kemenhaj: Kartu Nusuk Haji Dibagikan Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail mengatakan Kartu Nusuk Haji yang biasanya dibagikan setelah tiba di Arab Saudi sekarang dibagikan lebih awal sebelum pemberangkatan.

"Perbedaan tahun sebelumnya dengan tahun ini, jika sekarang dibagikan sebelum diterbangkan. Tahun sebelumnya dibagikan saat tiba di Jeddah," jelasnya di Makassar, Senin (20/4).

Ikbal Ismail menjelaskan Kartu Nusuk Haji sendiri merupakan identitas digital resmi berbentuk smart card. Kartu itu diterbitkan Pemerintah Arab Saudi untuk memverifikasi visa dan akses ke Makkah serta Armuzna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kartu Nusuk Haji memuat info individual (nama, paspor, hotel) dan QR code/chip nan bakal dipindai petugas untuk mencegah jamaah ilegal.

"Ini lebih memudahkan lantaran semua sudah diselesaikan di tanah air. Kartu Nusuk Haji ini wajib dibawa selama berhaji lantaran merupakan identitas bagi setiap jamaah calon haji," katanya.

Ikbal Ismail nan juga Ketua PPIH Embarkasi Makassar optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini melangkah lancar, aman, dan tertib.

Jumlah golongan terbang (kloter) Embarkasi Makassar tercatat sebanyak 43 dari delapan provinsi, ialah Sulsel, Sultra, Sulbar, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

"Jumlah calon haji nan bakal diberangkatkan 16.750 orang," terangnya.

Kartu nusukadalah kartu nan diberikan oleh pihak syarikah alias perusahaan penyedia jasa haji kepada jemaah sebelum tiba di Tanah Suci.

Kartu ini langsung terhubung dengan info jemaah sehingga memudahkan proses pelayanan sejak awal kehadiran hingga seluruh rangkaianibadah haji selesai.

Fungsi dan faedah kartu nusuk tidak hanya sebatas identitas, tetapi juga menjadi bagian dari sistem jasa terintegrasi selama jemaah berada di Arab Saudi.

Dengan begitu, setiap aktivitas jemaah dapat melangkah lebih tertib dan terarah.

(antara/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional