Kemenekraf gelar AKTIF
JAKARTA - Sineas sekarang dituntut untuk melampaui pemisah kreativitas; tak sekadar mahir berkarya, namun juga kudu tangkas secara berbisnis. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi menghadirkan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film: Bootcamp Distribusi dan Promosi Film di Medan.
Berlangsung dari tanggal 16-18 April 2026, program ini menjadi momentum besar dalam memperkuat ekosistem perfilman melalui penguatan strategi komersial sejak dini. Program AKTIF dirancang untuk menjawab tantangan hilirisasi di industri film. Melalui bootcamp intensif, para peserta dibekali strategi pengedaran dan promosi agar karya mereka tidak hanya berakhir pada tahap produksi, tetapi bisa beralih bentuk menjadi produk berbobot ekonomi tinggi nan kompetitif di pasar domestik maupun internasional.
Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi imajinatif nasional, dengan menempatkan movie sebagai salah satu industri imajinatif prioritas nan bisa memberikan akibat ekonomi nyata bagi bangsa.
"Kami mau memastikan ekosistem perfilman kita terus tumbuh berkelanjutan. Program ini menjadi jembatan bagi para sineas untuk memahami aspek upaya perfilman, sehingga karya mereka mempunyai daya saing. AKTIF Film bukan sekadar ruang kolaborasi, tetapi akselerator bagi sineas muda nan siap menembus pemisah dan bersaing di industri dunia " ujar Cecep Rukendi.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan dalam sambutannya pada pembukaan AKTIF Film menekankan pentingnya aktivitas ini bagi pelaku industri imajinatif daerah.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·