Niko Prayoga
, Jurnalis-Rabu, 15 April 2026 |14:26 WIB

Kemenekraf: 36 Persen SDM Indonesia Perlu Pelatihan Baru soal AI
JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Badan Ekonomi Kreatif meluncurkan program Badan Ekraf Digital Talent tahun 2026. Program ini ditujukan guna meningkatkan keahlian sumber daya manusia khususnya dalam penguasaan Artificial Intelegence (AI).
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam mengatakan, sebanyak 36 persen sumber daya di Indonesia perlu diberikan training AI dalam produktivitas kerja dan ekonomi kreatif.
Data tersebut berasas Buku Putih Peta Jalan Kecerdasan Artifisial nan diluncurkan Kementerian Komunikasi dan Digital. 36 persen itu diantaranya adalah 30 persen peningkatan keahlian dan 22 persen training ulang.
Melalui Program BDT 2026, kami mau menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta digital nan kompeten. Hal ini sejalan dengan komitmen mewujudkan ekonomi imajinatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi,” ujar Neildi Auditorium Gedung Film, Jakarta Selatan, dikutip, Rabu (15/4/2026).
Bekerjasama dengan Dicoding, BDT 2026 sendiri ditargetkan guna meningkatkan kapabilitas pegiat ekonomi imajinatif dalam corak pembelajaran online self paced berasas kurikulum standar dunia nan dikembangkan Dicoding.
“Kami sangat berambisi BDT 2026 dapat melahirkan talenta imajinatif nan unggul dan berkekuatan saing dalam penguasaan AI sehingga semakin produktif untuk berkarya memajukan 17 subsektor ekonomi imajinatif Indonesia,”pungkasnya.
Sementara itu, CEO Dicoding, Narendra Wicaksono mengungkapkan bahwa kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif bukanlah pertama kali. Kerjasama itu telah melangkah panjang sejak 2016 dan telah memberikan akibat ekonomi senilai Rp306 miliar.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·