Kemendikdasmen Luncurkan Pembelajaran STEM Sejak dari PAUD

Sedang Trending 19 jam yang lalu
Kemendikdasmen Luncurkan Pembelajaran STEM Sejak dari PAUD ilustrasi pembelajaran STEM.(MI)

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan program Pembelajaran STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) untuk memperkenalkan pada anak-anak. Sehingga siswa mempunyai keahlian berpikir kritis, beradaptasi, memecahkan masalah, serta berinovasi.

Peluncuran Pembelajaran STEM dilakukan di PAUD Terpadu Kalirejo Kudus, Jawa Tengah. Lokasi PAUD dipilih sebagai letak peluncuran bukan tanpa alasan. Kemendikdasmen mau menunjukkan komitmen dalam menumbuhkan pola pikir kritis dan inovatif itu perlu ditumbuhkan sejak awal dengan pendekatan nan sederhana dan menyenangkan bagi anak.

"Urgensi dari program STEM merujuk pada Panduan Pembelajaran STEM, BSKAP Kemendikdasmen tahun 2025, bahwa Program melalui training STEM dilaksanakan antara lain untuk menutup defisit keahlian tingkat tinggi, mengurangi kesenjangan mutu antar satdik, hingga memperkuat capaian Delapan DImensi Profil Lulusan," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, dalam aktivitas Peluncuran Program STEM Nasional di Kudus, Jawa Timur, Kamis (3/9).

Oleh lantaran itu, perlu adanya transformasi dalam langkah pandang terhadap pembelajaran STEM, sebagai upaya untuk mendukung pencapaian 8 dimensi profil lulusan. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi pengungkit mutu pembelajaran.

"Kami memandang STEM sangat krusial untuk didalami dan diinternalisasi sebagai fondasi bagi siswa sebagai insan masa depan nan diharapkan mempunyai keahlian penyesuaian tinggi dan pemecahan masalah relevan. Kami menyadari, selama ini STEM diidentikkan sebagai bagian mahal dan susah untuk diterapkan dalam pembelajaran. Stigma ini menjadi salah satu argumen mendorong kami untuk merancang Program STEM secara menyeluruh, termasuk di dalamnya penguatan kompetensi pembimbing melalui training STEM nan mengusung prinsip 5M, ialah Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful," jelas dia.

Dengan prinsip itu, Nunuk berambisi agar para pendidik dapat mengajarkan STEM kepada anak-anak dengan langkah nan tidak rumit dan mahal, sehingga dapat betul-betul datang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pembelajaran mereka.

Untuk mendukung program tersebut, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen melakukan peningkatan kompetensi, termasuk menargetkan 3.272 pembimbing nan terkena pengimbasan oleh penyedia daerah.

"Penerapan Program STEM di sekolah perlu didukung dengan meningkatkan kompetensi pembimbing dalam menerapkan pembelajaran STEM nan sesuai prinsip Pembelajaran Mendalam serta prinsip 5M," ucapnya.

Dengan pembekalan ini, pembimbing diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga bisa menghadirkan pengalaman belajar nan relevan, inspiratif, dan berakibat bagi murid.

Ditjen GTK saat ini konsentrasi melakukan penyebaran Program STEM dengan membentuk tim nan terdiri atas Fasilitator Nasional, Fasilitator Daerah, dan Fasilitator UPT. Hal ini diharapkan bisa membentuk ekosistem pembelajaran lintas disiplin ilmu.

Peluncuran Pembelajaran STEM ini bukan sebagai awal kegiatan, tetapi menjadi sebuah katalis dalam praktik pedagogis nan menghubungkan konsep lintas disiplin dengan konteks nyata sekaligus memfasilitasi praktik saintifik enjinering, komunikasi ilmiah, dan kolaborasi. (Iam/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia