Kemarau 5 Bulan, Warga Cilacap Berebut Bantuan Air Bersih

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Kemarau 5 Bulan, Warga Cilacap Berebut Bantuan Air Bersih Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEMARAU panjang nan belum berhujung membikin penduduk Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, semakin kesulitan mendapatkan air bersih. Setelah nyaris lima bulan mengalami krisis air, penduduk sekarang berjuntai pada support pengedaran air bersih dari pemerintah, lembaga, dan pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di Dusun Jayagiri, Desa Bojong, kehadiran mobil tangki support air bersih langsung diserbu warga. Mayoritas kaum ibu telah menunggu sejak pagi dengan membawa ember, jeriken, hingga galon untuk menampung air. Sebagian penduduk apalagi membawa lebih dari dua ember besar agar bisa mendapatkan persediaan air nan cukup untuk beberapa hari ke depan.

Bantuan tersebut menjadi tumpuan utama penduduk untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama memasak dan minum. Kamisah, 52, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa krisis nan berjalan berbulan-bulan memaksa penduduk mengatur penggunaan air secara ketat.

“Untuk memenuhi kebutuhan MCK, kami kudu menempuh perjalanan sekitar satu kilometer menuju sumber mata air sumur nan tetap bisa dimanfaatkan,” kata Kamisah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Taryo, menyatakan bahwa pemerintah wilayah terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak melalui pengedaran nan melibatkan beragam pihak.

“BPBD terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat nan terdampak musibah kekeringan. Distribusi dilaksanakan melalui support APBD Kabupaten Cilacap, CSR bumi usaha, lembaga, organisasi, serta beragam komponen masyarakat nan turut bergotong royong,” ujar Taryo.

Berdasarkan info BPBD Cilacap hingga Senin (19/10/2026), total support air bersih nan telah disalurkan mencapai 1.865 tangki alias setara 9.419.000 liter. Rinciannya terdiri dari:

Sumber Bantuan Jumlah Tangki Volume (Liter)
APBD Kabupaten Cilacap 427 2.130.000
CSR & Pihak Lainnya 1.438 7.289.000
Total 1.865 9.419.000

Distribusi tersebut telah menjangkau 31.239 kepala family alias sekitar 70.557 jiwa nan tersebar di 95 desa dan kelurahan pada 20 kecamatan di Kabupaten Cilacap.

Taryo menyampaikan apresiasi kepada beragam lembaga nan terlibat, mulai dari PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga, BBWS Citanduy, LazisMU, LazisNU, Baznas, PT SBI Tbk, PLTU Adipala Indonesia Power, hingga unsur TNI dan Polri.

“Keterlibatan beragam pihak menjadi bagian krusial dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama kekeringan berlangsung,” pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑