Petugas berupaya memadamkan karhutla di Gunung Bromo nan semakin meluas.(Antara)
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dilaporkan semakin meluas. Hingga Sabtu (8/8) malam, kobaran api belum sukses dipadamkan sepenuhnya akibat hambatan angin kencang di letak kejadian.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengungkapkan bahwa api menjalar ke area Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT), tepatnya di arah blok Jantur. Kuatnya hembusan angin menjadi aspek utama cepatnya perambatan api.
"Kami mendapatkan info perkembangan kebakaran di TNBTS bahwa api menjalar di area Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah blok Jantur akibat kuatnya angin nan cukup kencang," ujar Oemar.
Mengingat kondisi cuaca nan ekstrem, tim campuran pemadam kebakaran diinstruksikan untuk memprioritaskan keselamatan jiwa. Seluruh personel sempat ditarik mundur ke titik kondusif di sekitar JLKT sebelum kembali bergerak saat situasi memungkinkan.
"Tidak selang lama kemudian, kami mendapat info bahwa angin agak mereda dan tim bergerak maju ke arah Jemplang melalui jalur lama. Kami sukses memutus api tidak menyeberangi jalur lama (jaring laba-laba)," tambahnya. Petugas sekarang bersiaga penuh untuk memastikan api tidak menyeberang ke arah utara Watangan.
Luas Lahan Terbakar Mencapai 176 Hektare
Data dari Balai Besar TNBTS menunjukkan akibat kerusakan nan signifikan. Sejak pertama kali muncul pada Senin (3/8), luas area nan terbakar terus meningkat secara drastis. Awalnya, api hanya menghanguskan sekitar 7,9 hektare lahan, namun nomor tersebut melonjak menjadi 44 hektare, kemudian 51 hektare, hingga mencapai perkiraan 176 hektare pada Jumat (7/8) malam.
Sebagian besar area nan terdampak kebakaran ini berada di wilayah administratif Kabupaten Probolinggo.
Penutupan Total Akses Wisata
Merespons situasi nan kian mengkhawatirkan, Balai Besar TNBTS resmi menutup total seluruh akses kunjungan wisata ke area Gunung Bromo. Kebijakan ini bertindak mulai 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga pemisah waktu nan belum ditentukan.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi kelancaran proses pemadaman serta menjamin keselamatan wisatawan.
"Langkah penutupan area tersebut diambil demi efektivitas upaya pemadaman api di lapangan serta menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjung," jelas Rudijanta dalam keterangan resminya.
Penutupan ini mencakup empat pintu masuk utama menuju TNBTS, yaitu:
- Pintu masuk Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo)
- Pintu masuk Wonokitri (Kabupaten Pasuruan)
- Pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang)
- Pintu masuk Senduro (Kabupaten Lumajang)
Hingga saat ini, seluruh petugas campuran tetap disiaga penuh di lapangan untuk memantau pergerakan titik api dan melakukan upaya lokalisir agar kebakaran tidak semakin meluas ke area rimba lainnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·