Keluarga di Kudus Tunggu Kabar 2 Bersaudara Korban KMP Virgo Transport 8

Sedang Trending 45 menit yang lalu
Keluarga di Kudus Tunggu Kabar 2 Bersaudara Korban KMP Virgo Transport 8 Berangkat ke Surabaya untuk mencari nama dua berkerabat dalam daftar korban kapal Virgo Transport 8 nan tenggelam.(Dok Keluarga)

UDARA Kabupaten Kudus pada siang hari, Kamis (17/9), terasa cukup panas. Sudah beberapa pekan hujan tidak turun meskipun langit tampak berawan. Di tengah hiruk-pikuk lampau lintas kota nan padat saat jam pulang sekolah, suasana sunyi justru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Titin, seorang wanita separuh baya, tampak termenung di teras rumahnya. Sesekali pandangannya kosong, lampau beranjak ke perspektif jalan seolah sedang menanti seseorang nan tak kunjung datang. Titin, nan biasanya aktif dalam aktivitas kampung, sekarang lebih banyak terdiam sejak berita duka mengenai tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di Laut Jawa sampai ke telinganya.

Dua putra Titin, Yusuf, 37, dan Adam, 20, berada di dalam kapal tersebut saat menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Hingga saat ini, nasib keduanya tetap menjadi misteri. "Saya menunggu berita anak saya, berambisi segera pulang dengan selamat," tutur Titin dengan bunyi lirih.

Titin mengenang, setiap kali hendak berangkat kerja, kedua anaknya selalu berpamitan. Sebelum keberangkatan terakhir ke Kalimantan tersebut, Yusuf dan Adam juga berpamitan seperti biasa tanpa menunjukkan gelagat aneh. Kabar tenggelamnya kapal nan mereka tumpangi menjadi pukulan berat dan menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga.

Muhammad Rifai, kerabat kandung kedua korban, menjelaskan bahwa Yusuf bekerja sebagai pengemudi truk ekspedisi, sementara Adam bertindak sebagai kernetnya. Rifai, nan juga berprofesi sebagai sopir, sempat berkomunikasi dengan saudaranya itu mengenai tawaran pekerjaan pikulan sebelum mereka naik ke kapal.

Kabar mengenai musibah tersebut pertama kali diterima Rifai dari seorang rekan pada Minggu (13/9). Setelah mendapatkan info itu, dia segera memberi tahu family besar dan langsung berangkat ke Surabaya berbareng istri Yusuf untuk memastikan daftar manifes dan mencari kejelasan nasib kedua saudaranya.

"Sekarang kami pulang ke Kudus dulu dan menunggu kepastian nasib dua kerabat kami, namun hingga saat ini belum ada berita apapun," ujar Muhammad Rifai.

Keluarga besar di Kudus sekarang hanya bisa berambisi dan bermohon agar Yusuf dan Adam ditemukan dalam kondisi selamat. Hingga buletin ini diturunkan, belum ada info resmi mengenai penemuan korban, baik nan selamat maupun meninggal dunia, nan merujuk pada identitas kedua berkerabat tersebut. (AS/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia