Jakarta, CNN Indonesia --
Keluarga dari MWP (6), bocah laki-laki nan menjadi korban perundungan alias bullying oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, menolak langkah tenteram dan bakal tetap mengawal proses norma terhadap pelaku hingga tuntas.
Ayah korban, Bella (29) mengatakan, meski sempat ada upaya komunikasi dari pihak family salah satu pelaku untuk meminta maaf, namun dia tetap teguh pada pendiriannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau buat minta maaf pasti ada, salah satu orang tua pelaku ada nan berupaya beriktikad baik datang dan kasih makanan. Tapi kami menolak, lantaran kami tetap tidak mau berdamai," kata Bella kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6) dikutip dari Antara.
Hingga saat ini, pihak family tetap menunggu perkembangan investigasi dari pihak kepolisian. "Kemarin udah bikin LP (laporan polisi). Itu (pelaku dewasa) sudah diperiksa dan pelaku sudah ditangkap," ujarnya.
Menurut Bella, ketegasan langkah norma nan diambil juga sebagai pesan kepada publik untuk tidak mentolelir tindakan perundungan.
Pihak family berambisi agar kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama dalam pengawasan di ruang publik, serta memastikan keadilan ditegakkan bagi korban.
"Kami tetap berupaya gimana caranya agar ada pengaruh jera untuk kedua pelaku. Bukan berfaedah kita kejam, tapi kita takutnya ini menjadi kebiasaan alias terjadi ke anak nan lain," ujarnya.
Berdasarkan info nan diterimanya, kata Bella, salah satu pelaku nan tetap duduk di bangku SMP dilaporkan telah dipulangkan dengan status dalam pengawasan, sementara proses norma terhadap pelaku lainnya nan berumur lebih dewasa tetap berjalan.
Adapun, kondisi kesehatan MWP sekarang berangsur pulih meski belum sepenuhnya stabil.
Bella mengungkapkan bahwa putranya tetap mengalami sejumlah indikasi bentuk pasca-penganiayaan, seperti demam tinggi, tekanan darah rendah, hingga indikasi gatal-gatal di beberapa bagian tubuh.
"Tetap 40 derajat, tetap panas badannya. Masih resah dan gatal-gatal. Kalau untuk pemeriksaan kepala, kelak berjalan, lantaran kepalanya kemarin sempat bengkak tapi sekarang sudah agak kempesan," kata Bella.
Bella menambahkan, tekanan darah korban saat ini juga tetap dipantau intensif lantaran belum menunjukkan perkembangan normal.
"Kondisi anak belum stabil, darahnya tadi dicek tetap rendah dan belum ada perkembangan," tuturnya.
Guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, Jakarta Pusat, pada hari ini.
(antara/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·