Sebanyak delapan orang remaja nan hendak tawuran berhujung diciduk personil polisi dari Polsek Sukolilo. Aksi tawuran itu diduga hendak dilakukan pada Jumat (22/5) malam di wilayah Desa Prawoto.
Para remaja nan bakal terlibat tawuran itu diduga berasal dari Desa Wegil dan Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan menjelaskan, info awal berasal dari laporan penduduk nan resah memandang sekelompok pemuda dari luar desa berkumpul pada larut malam. Warga kemudian segera menghubungi pihak kepolisian.
Polisi mendatangi letak kejadian sekitar pukul 23.30 WIB. Setibanya di lokasi, petugas mendapati sejumlah pemuda nan diduga hendak melakukan tindakan tawuran. Mereka diduga berkomunikasi melalui media sosial Facebook.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan delapan pemuda nan kebanyakan tetap berstatus pelajar dengan rentang usia 14 hingga 18 tahun. Selain itu, petugas juga menyita tiga unit sepeda motor nan digunakan para remaja tersebut untuk menuju lokasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, golongan pemuda Desa Wegil disebut berencana melakukan tawuran dengan golongan pemuda Desa Prawoto. Polisi sekarang tetap melakukan pendalaman guna mengetahui pihak lain nan terlibat maupun kemungkinan adanya provokasi melalui media sosial.
"Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak sigap menuju letak untuk mencegah terjadinya bentrokan. Alhamdulillah situasi sukses dikendalikan sebelum tindakan tawuran betul-betul terjadi," kata Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan, dalam keterangannya, Sabtu (23/5).
AKP Sahlan menegaskan, pihak kepolisian tidak hanya melakukan penindakan. Namun juga pembinaan terhadap para remaja nan diamankan.
Polisi telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, orang tua, serta pihak sekolah agar para pelajar tersebut mendapatkan pengawasan dan pembinaan lebih lanjut. Mereka juga dikenai wajib tidakhadir setiap hari Senin dan Kamis di Polsek Sukolilo.
"Kami mengimbau kepada orang tua agar lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya. Terutama penggunaan media sosial nan sering menjadi pemicu rayuan tawuran. Anak-anak jangan mudah terpancing rayuan bentrok maupun konten provokatif di media sosial lantaran dapat merugikan diri sendiri dan orang lain," ucapnya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·