Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit Salim Ivomas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengakui sedang melakukan penyelidikan dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit oleh PT Salim Ivomas Pratama (SIP). Salim Ivomas diduga melakukan ekspor di bawah nilai pasar untuk menekan pajak dan menyembunyikan keuntungan.

Kejagung telah menggali info mengenai akomodasi perbankan dan skema pembiayaan nan dilakukan oleh perusahaan melalui salah satu bank swasta.

"Ada pendalaman dalam pemeriksaan mengenai itu. Cuman pastinya apa bank-banknya, kita belum tahu. Ada beberapa perusahaan. Iya, sedang didalami," kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna dikutip dari IG Satgas PKH, Senin (15/6/2026).

Sebelumnya ramai-ramai media Malaysia menyoroti pemberitaan mengenai Kejagung RI nan memeriksa Maybank mengenai PT Salim Ivomas Pratama. Sejumlah media seperti The Edge Malaysia, Free Malaysia Today hingga The Star memuat buletin ini mengutip laman Bloombergdengan titel "Indonesia authorities question Maybank staff over Salim exports".

PT Bank Maybank Indonesia Tbk buka bunyi soal laporan pemeriksaan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengenai PT Sawit Ivomas Pratama. Dalam pernyataan pers ke CNBC Indonesia, Maybank mengatakan nan dilakukan perusahaan adalah bagian dari sikap koperatif ke otoritas.

"Pemenuhan panggilan tenaga kerja Maybank Indonesia merupakan bagian dari sikap kooperatif perseroan dalam proses nan dilakukan oleh otoritas nan berwenang," ujar ahli bicara Maybank, Kamis (11/6/2026).

"Dalam memberikan akomodasi kredit, perseroan senantiasa mengikuti norma dan peraturan perundang-undangan nan bertindak serta melalui analisa dan prinsip kehati-hatian nan berlaku," tegasnya.

"Maybank Indonesia menghormati proses norma nan sedang berlangsung. Sebagai lembaga perbankan, Maybank Indonesia senantiasa menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan nan baik, kepatuhan, dan ketentuan peraturan nan berlaku."

(hoi/hoi)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News